Lawan Tren Pengangguran Terdidik, Faperta Unpatti Buka Jalur Kilat Kerja ke Papua untuk 62 Lulusan Baru

by -4 Views

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga mampu memberdayakan diri sendiri dan juga orang lain,” ujar Prof. August Pattiselanno.

Ambon,moluccastimes.id-Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Faperta Unpatti) melakukan langkah agresif dalam memotong masa tunggu kerja para alumninya.

Mencari kerja pasca-lulus, pihak fakultas langsung menyediakan fasilitas wawancara kerja (job interview) di tempat pada momentum pelepasan 62 lulusan baru periode Oktober 2026, Jumat 30/10/2026.

Langkah taktis ini menjadi pembeda utama pada acara pengukuhan yang digelar di Auditorium Faperta Unpatti tersebut. Pihak kampus secara khusus menggandeng perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Sorong Selatan, Papua Barat Daya, untuk menyerap langsung para lulusan anyar ini ke dunia industri.

Dekan Faperta Unpatti, Prof. Dr. Ir. August Ernst Pattiselanno, M.Si., menegaskan bahwa tantangan terbesar sarjana saat ini adalah mengubah pola pikir (mindset). Lulusan sektor agraria tidak boleh lagi terpaku pada impian menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau bekerja di balik meja birokrasi pemerintahan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga mampu memberdayakan diri sendiri dan juga orang lain,” ujar Prof. August Pattiselanno.

Dekan yang juga masuk dalam bursa kuat calon Rektor Unpatti 2027 ini menyoroti bahwa masa studi, indeks prestasi, dan masa tunggu kerja merupakan rapor krusial institusi yang harus terus dibenahi.

Oleh karena itu, keberanian alumni untuk langsung mengambil peluang karier di luar daerah menjadi batu loncatan penting menuju kemandirian ekonomi.

Di sisi lain, penetrasi ke dunia industri ini dibarengi dengan lonjakan mutu akademik internal fakultas. Faperta Unpatti melaporkan gelombang transformasi akreditasi masif di tingkat program studi (prodi).

Menyusul Prodi Teknologi Hasil Pertanian dan Agribisnis yang telah mengamankan predikat Akreditasi Unggul, tahun ini Prodi Penyuluhan Pertanian tengah berada di fase akhir menuju predikat yang sama.

Tidak berhenti di situ, tiga prodi lain yakni Peternakan, Kehutanan, serta Teknologi Hasil Pertanian juga resmi diusulkan untuk kenaikan status akreditasi demi mendongkrak daya saing global lulusan di pasar kerja.

Kegiatan Pengukuhan dan Pelepasan Lulusan Periode Oktober 2026 juga menjadi momentum kebanggaan dengan hadirnya enam lulusan yang berhasil meraih predikat Cumlaude, yaitu:

  1. Juliana Juliet Kayadoe, S.Hut. – Program Studi Kehutanan.
  2. Syema Thesalonika Renhoran, S.P. – Program Studi Agroteknologi.
  3. Ilda Maria Vidigal da Costa, S.P. – Program Studi Agroteknologi.
  4. Maria Meyzella Lidwina Renwarin, S.Hut. – Program Studi Kehutanan.
  5. Aprillia Rumahlatu, S.Hut. – Program Studi Kehutanan.
  6. Khairiwati Awan, S.P. – Program Studi Penyuluhan Pertanian.

Kehadiran para lulusan terbaik dan akses langsung ke industri kelapa sawit Papua ini menjadi bukti nyata kesiapan Faperta Unpatti dalam menyuplai SDM profesional yang siap memodernisasi sektor pertanian Indonesia.(MT-01)