Pemprov Maluku berharap momentum pertumbuhan digital yang masif ini dapat mempermudah UMKM dalam memperluas akses pasar nontunai dan membangun jaringan bisnis yang lebih terintegrasi.
Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi tinggi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku atas konsistensinya menggelar Maluku Manggurebe yang kini memasuki tahun ke-enam.
Sinergi antara pemerintah daerah dan BI ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat digitalisasi dan memperluas pasar produk lokal ke tingkat nasional hingga global.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing”, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, LL.M yang diwakili Sekertaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si menekankan pentingnya adaptasi teknologi digital bagi pelaku usaha.
Selain mendorong pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, BI juga melaporkan lonjakan luar biasa pada volume transaksi QRIS di Maluku yang tumbuh mencapai 629,8 persen hingga Agustus 2026.
Pemprov Maluku berharap momentum pertumbuhan digital yang masif ini dapat mempermudah UMKM dalam memperluas akses pasar nontunai dan membangun jaringan bisnis yang lebih terintegrasi.
Di sisi lain, Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha lokal dengan cara membeli, menggunakan, dan memperkenalkan produk-produk asli Maluku ke khalayak luas.
Dukungan langsung dari masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar kerajinan tenun, produk olahan perikanan, serta rempah-rempah khas Maluku dapat bersaing kuat di pasar luar daerah.
Ajakan tersebut digaungkan di tengah kemeriahan festival Maluku Manggurebe 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 10 Oktober 2026 di Taman Pattimura, Ambon.
Melalui wadah pameran, peragaan busana, dan kurasi produk yang disediakan dalam festival ini, masyarakat diharapkan dapat melihat langsung kreativitas UMKM Maluku yang terus berkembang pesat tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi UMKM Maluku untuk tumbuh naik kelas, memperluas pasar, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” harap Gubernur.
Sementara itu pembukaan Maluku Manggurebe 2026 ditandai dengan penekanan tuas kapal yang menjadi simbol Maluku komitmen, sinergi, dan dorongan penuh untuk memajukan perekonomian serta membawa produk UMKM Maluku “berlayar” dan bersaing di pasar nasional maupun global.(MT-01)
