Pasar Modal Akhiri 2025 Dengan Kinerja Solid, Awali 2026 OJK & SRO Komit Tingkatkan Integritas Kedalaman Pasar

by -26 Views

Disisi lain, memasuki tahun 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategi yang fokus pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar.

Jakarta,moluccastimes.id-Pasar Modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dimana IHSG berada pada level 8.646,94 poin, menguat 22,13 persen secara year to date (ytd) dan mencatatkan beberapa kali all time high sepanjang tahun 2025.

Setelah mengalami net sell di awal tahun 2025, investor non-residen kembali mencatatkan net buy di Semester II-2025 sebesar Rp36,23 triliun, melanjutkan kepercayaannya terhadap prospek ekonomi nasional dan kinerja.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga 31 Desember 2025 tercatat 215 Penawaran Umum dengan total nilai Rp275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO Rp14,41 triliun. Rerata nilai transaksi harian juga meningkat menjadi Rp18,1 triliun, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp12,9 triliun, seiring pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 20,2 juta SID atau meningkat 36 persen secara ytd, dengan dominasi investor berusia di bawah 40 tahun.

Walaupun demikian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih terdapat ruang penguatan, terutama pada kinerja indeks LQ45 yang tumbuh 2,41 persen, serta kontribusi pasar saham terhadap PDB yang mencapai 72 persen, namun masih berada di bawah negara kawasan seperti India (140 persen), Thailand (101 persen), dan Malaysia (97 persen).

Selain itu, porsi transaksi investor ritel yang meningkat dari 38 persen pada akhir tahun 2024 menjadi 50 persen pada tahun 2025, mempertegas urgensi penguatan perlindungan investor dari praktik transaksi tidak wajar dan manipulasi pasar.

Disisi lain, memasuki tahun 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategi yang fokus pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar.

“Pertama, peningkatan kualitas perusahaan dicatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh dari persyaratan masuk , peningkatan free float atau floating share termasuk continuous free float , meningkatkan transparansi ultimate Beneficial Owner hingga exit policy yang jelas,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar  dalam Perayaannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat, 02/01/2026

Disebutnya, peningkatan transparansi Ultimate Beneficial Owner untuk perusahaan tercatat diperlukan untuk meminimalkan efek transaksi yang tidak wajar dan meningkatkan likuiditas nyata di pasar sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional.

Kedua, peningkatan basis investor baik domestik maupun asing. Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran lembaga investor terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun, termasuk peningkatan basis investor baik domestik maupun asing. Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran institusi investor terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun yang dinilai semakin siap kembali memperluas alokasi investasi di pasar modal secara sehat sesuai praktik manajemen risiko yang baik

Ketiga, menerapkan reformasi tata kelola pasar saham benua lain melalui penguatan aspek transparansi kualitas pengungkapan dan disiplin pengelolaan perusahaan yang mampu meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.

Terakhir, penguatan manajemen dan risiko tata kelola informasi teknologi. OJK juga telah melakukan berbagai langkah pemberian sanksi dan hukuman di pasar modal antara denda lain kepada 121 pihak pencabutan izin, 6 pihak surat peringatan dan perintah tertulis termasuk penundaan terhadap 638 pelaku usaha.(MT-01)