Perkuat Mitigasi, Pemkot Ambon Pasang EWS Banjir & Resmikan Tugu Tsunami 1950

by -48 Views

“Sistem peringatan dini ini dilengkapi dengan empat indikator warna penanda tingkat bahaya, yaitu hijau, kuning, oranye, dan merah. Jka indikator sudah masuk warna oranye, itu tandanya masyarakat harus segera siaga,” ujar Wali Kota di sela-sela acara peresmian.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah nyata dalam memperkuat sistem mitigasi bencana dengan secara resmi
memasang alat Early Warning System (EWS) banjir di Jembatan Satu Rupiah sekaligus meresmikan Tugu Peringatan Tsunami 1950 di Negeri Hative Kecil, ekcamatan Sirimau, Sabtu 05/09/2026.

Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si menjelaskan bahwa pemasangan EWS ini bertujuan untuk memberikan informasi waktu nyata (real-time) kepada warga saat terjadi kenaikan volume air yang cepat.

“Sistem peringatan dini ini dilengkapi dengan empat indikator warna penanda tingkat bahaya, yaitu hijau, kuning, oranye, dan merah. Jka indikator sudah masuk warna oranye, itu tandanya masyarakat harus segera siaga,” ujar Wali Kota di sela-sela acara peresmian.

Disamping mendeteksi banjir, Pemkot Ambon juga memberikan perhatian pada ancaman tsunami dengan meresmikan Tugu Peringatan Tsunami 1950 untuk mengenang bencana besar yang pernah menyapu kawasan Galala dan Hative Kecil, sekaligus menjadi alarm pengingat bagi generasi saat ini bahwa Ambon memiliki kerentanan geografis yang tinggi.

Selain simbol sejarah, Pemkot Ambon telah melakukan berbagai langkah taktis di lapangan, mulai dari pemasangan rambu-rambu petunjuk jalur evakuasi hingga penguatan program edukasi kebencanaan di pemukiman warga yang bekerja sama langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Gaji (BMKG).

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan mitigasi tidak dapat bertumpu pada pemerintah daerah saja. Oleh karena itu, Pemkot Ambon menggandeng jejaring akademisi lintas negara guna menyusun strategi pengurangan risiko yang berbasis ilmiah. Kolaborasi ini melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Syiah Kuala (USK), serta dua institusi asal Jepang, yaitu Kyoto University dan Tohoku University.

“Ini semua adalah kerja bersama untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan dan warga sadar akan potensi bencana, serta paham apa yang harus dilakukan demi keselamatan jiwa mereka,” pungkas Wali Kota.(MT-01)

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *