“Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga adat dinilai menjadi kunci utama dalam merawat perdamaian abadi di bumi Raja-Raja berbasis semangat persaudaraan Pela Gandong,” tandas Dandim.
Ambon,moluccastimes.id-Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf. Rudolof Gleen Paulus, menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku yang digelar di Baileo Oikumene, Kota Ambon, Jumat 16/10/2026.
Forum tertinggi para pemimpin adat ini mengusung tema besar “Memperkokoh Persatuan Pela Gandong, Menciptakan Maluku yang Damai, Bermartabat dan Sejahtera.”
Mubes IV ini menjadi momentum strategis bagi lembaga adat di Maluku untuk mengevaluasi roda organisasi, mempererat tali persaudaraan, serta merumuskan program kerja baru. Salah satu agenda krusial dalam musyawarah ini adalah pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan Majelis Latupati Provinsi Maluku untuk masa bakti periode 2026-2031.
Dalam pidato sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, L.LM menggarisbawahi pentingnya peran pemimpin adat sebagai pengayom masyarakat. Ia meminta para Latupati untuk terus mendengar aspirasi warga sekaligus aktif merangkul generasi muda guna melestarikan nilai kearifan lokal.
“Majelis Latupati memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu menyelesaikan konflik sosial di tingkat akar rumput, termasuk sengketa batas wilayah antarnegeri. Kami mendorong para pemimpin adat untuk selalu mengedepankan dialog dan musyawarah yang bersandar pada bukti sejarah, hukum adat yang sah, serta aturan perundang-undangan,” ujar Gubernur.
Selain menjaga stabilitas keamanan, Gubernur juga mengingatkan para pemimpin adat untuk mengedukasi masyarakat terkait mitigasi bencana alam dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah masing-masing.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Majelis Latupati Maluku, Haji Ibrahim M.H. Wokas, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat yang telah mendukung kepengurusannya selama ini.
Ia berharap Mubes IV mampu memperkuat konsolidasi internal demi kemajuan lembaga adat ke depan.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Suasana budaya khas Maluku kian kental dengan penampilan Tari Lenso yang dibawakan oleh Jujaro Mongare dari Negeri Rutong, serta hiburan lagu dari Trio Galax.
Secara terpisah, kehadiran Dandim 1504/Ambon Letkol Inf. Rudolof Gleen Paulus menegaskan komitmen penuh jajaran TNI dalam mendukung stabilitas wilayah.
“Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga adat dinilai menjadi kunci utama dalam merawat perdamaian abadi di bumi Raja-Raja berbasis semangat persaudaraan Pela Gandong,” tandas Dandim.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemimpin daerah, di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, L.LM; Wakil Gubernur, Abdullah Vanath, S.Sos; Sekretaris Daerah, Ir. Sadali Ie, serta anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, ST.
Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh agama, serta para raja (Latupati) dari berbagai negeri di Maluku.(MT-01)





