“Pulau Pombo memiliki posisi yang strategis dalam mendukung konektivitas antarpulau. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, Bank Dunia, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan infrastruktur transportasi dan pelabuhan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hafiludin
Ambon,moluccastimes.id-General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Hafiludin Usman, bersama tim Bank Dunia dan Pemerintah Provinsi Maluku melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Pombo.
Kunjungan bersama ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan transportasi laut dan memperkuat sistem logistik antarpulau di wilayah kepulauan Maluku.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi lapangan guna membahas potensi pengembangan infrastruktur transportasi laut yang terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan perencanaan yang disusun sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar pendekatan dari atas (top-down).
“Pulau Pombo memiliki posisi yang strategis dalam mendukung konektivitas antarpulau. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, Bank Dunia, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan infrastruktur transportasi dan pelabuhan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hafiludin, Selasa 06/08/2026.
Ditambahkan, keterlibatan Bank Dunia dalam meninjau langsung kondisi geografis Maluku menjadi momentum penting.
“Sebagai provinsi kepulauan, Maluku sangat bergantung pada konektivitas laut untuk mobilitas warga serta kelancaran distribusi barang dan jasa. Penguatan sektor ini dinilai berdampak langsung pada penurunan biaya logistik dan penguatan aktivitas ekonomi daerah,” tandasnya.
ASDP, sambungnya siap mendukung penuh program strategis pemerintah dan kolaborasi lintas lembaga tersebut.
“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan transportasi yang lebih terukur demi membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah terpencil,” harapnya.
Meski demikian, rencana pengembangan di kawasan Pulau Pombo ini masih memerlukan kajian lebih mendalam mencakup analisis kebutuhan infrastruktur fisik, aspek lingkungan, kelayakan armada transportasi, serta dampak manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.(MT-01)






