Rapat Pleno TPAKD 2026, OJK Harap Ambon Jadi Contoh Inklusi Keuangan Nasional

by -8 Views

“Kita butuh kolaborasi semua pihak agar Ambon dapat menjadi salah satu daerah yang berprestasi dalam penguatan inklusi keuangan,” pungkas Haramain.

Ambon,moluccastimes.id-Langkah agresif mempercepat inklusi keuangan di daerah sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri dan perlu koordinasi serta kerjasama dengan seluruh stakeholders,” demikian Kepala OJK Maluku, Haramain Billady dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon Tahun 2026 di Ruang Rapat Serbaguna Lantai 5 Kantor OJK Provinsi Maluku, Selasa 14/04/2026.

“Target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen dalam RPJPN 2025–2045 tidak dapat dicapai tanpa peran aktif daerah terutama peran aktif TPAKD di daerah,” tegasnya.

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata Masyarakat Sejahtera” Rapat Pleno diharapkan menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, OJK mendorong penerapan Indeks Akses Keuangan Daerah sebagai instrumen pengukuran yang mencakup penggunaan layanan keuangan, ketersediaan infrastruktur, hingga kedalaman sektor keuangan seperti jumlah rekening dan debitur UMKM.

Indeks ini bahkan diproyeksikan menjadi indikator strategis yang dapat menghadirkan insentif bagi daerah berprestasi, serupa dengan skema Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain melakukan evaluasi program triwulan pertama 2026, TPAKD Kota Ambon juga menjalankan empat program prioritas, yakni satu rekening satu pelajar, akses pasar modal, perlindungan jaminan sosial, serta akselerasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM.

Haramain menambahkan, penguatan ekonomi inklusif juga dilakukan melalui business matching UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pengembangan kampung nelayan sebagai basis pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Di sisi lain, OJK bersama para pemangku kepentingan tengah menyusun modul literasi keuangan untuk tingkat SMP guna membangun pemahaman generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan sejak dini.

Perluasan agen Laku Pandai dan merchant QRIS juga terus didorong untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani perbankan secara optimal.

Haramain berharap TPAKD Kota Ambon mampu melahirkan langkah konkret pada semester pertama 2026 dan meningkatkan capaian kinerja pada semester berikutnya, termasuk meraih penghargaan TPAKD tingkat nasional.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak agar Ambon dapat menjadi salah satu daerah yang berprestasi dalam penguatan inklusi keuangan,” pungkasnya.

Rapat pleno tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Kantor Perbendaharaan Ambon, BPJS Ketenagakerjaan, serta jajaran Pemerintah Kota Ambon dan anggota TPAKD. (MT-01)

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *