Rektor Unpatti Minta Dukungan Menko Pangan Optimalkan Potensi Marine Station 12 Hektare

by -54 Views

Fasilitas riset kelautan seluas 12 hektare tersebut dinilai memiliki potensi besar namun belum berfungsi maksimal akibat keterbatasan modal.

Ambon,moluccastimes.id-Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mengharapkan dukungan pembiayaan dan sarana dari pemerintah pusat untuk mengoptimalkan kawasan Marine Station milik kampus.

Fasilitas riset kelautan seluas 12 hektare tersebut dinilai memiliki potensi besar namun belum berfungsi maksimal akibat keterbatasan modal.

Harapan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., saat menghadiri Kuliah Umum di Aula Rektorat Unpatti pada Rabu, 02/09/2026.

Kendala Anggaran di Balik Fasilitas Lengkap

Menurut Prof. Fredy Leiwakabessy, kawasan Marine Station Unpatti sebenarnya telah dilengkapi dengan berbagai infrastruktur strategis pendukung sektor perikanan.

Beberapa fasilitas yang sudah tersedia di antaranya:
• Kolam pemeliharaan dan budidaya
• Keramba jaring apung
• Cold storage (sarana penyimpanan beku)
• Fasilitas penyediaan es

“Untuk meningkatkan kapabilitas dan produktivitas area tersebut, kita membutuhkan modal yang tidak sedikit,” ujar Rektor.

Padahal, jika dikembangkan secara optimal, kawasan ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional di bidang kelautan, mulai dari proses pembenihan hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Momentum Sinergi Kampus dan Kementerian

Pihak Unpatti menjadikan kunjungan Menko Pangan sebagai momentum berharga untuk membuka peluang investasi pembangunan dan kolaborasi program.

Rektor menyatakan kesiapannya untuk membuka akses penuh bagi jajaran kementerian agar dapat meninjau langsung kondisi riil lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa perguruan tinggi seperti Unpatti memang memegang peranan strategis sebagai mitra pemerintah.

Kolaborasi ini dinilai krusial, khususnya untuk mendorong program Kampung Nelayan, pengembangan ekonomi karbon laut (blue carbon), serta pembentukan desa mandiri pangan di wilayah Indonesia Timur.

Acara Kuliah Umum ini turut dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI seperti Dessy Ratnasari, Eko Hendro Purnomo, Surya Utama, Widya Pratiwi, serta mantan Gubernur Maluku Murad Ismail.(MT-01)

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *