“Saya sangat senang dapat melihat secara langsung proyek DAP di Desa Poka yang berfokus pada isu lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program dan menjadi bukti nyata komitmen Australia dan Indonesia untuk terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan lingkungan,” ungkap pria tampan itu.
Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat pesisir di Indonesia, Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program (DAP) terus menunjukkan komitmen dengan melakukan tinjauan langsung pelaksanaan proyek DAP yang diinisiasi oleh Institut Tifa Damai, Senin 16/01/2026.
Salah satu proyeknya adalah “Restorasi Ekosistem Bakau” di Desa Poka ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem Bakau yang terdegradasi melalui penanaman bakau dan perlindungan kawasan pesisir dari berbagai ancaman.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan wilayah pesisir serta mengurangi risiko bencana yang secara langsung berdampak pada masyarakat setempat.
Selain manfaat ekologis, proyek ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan melalui keterlibatan aktif masyarakat Desa Poka dan kelompok pemerhati lingkungan lokal dalam seluruh tahapan pelaksanaan.
Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat untuk mengelola dan melindungi ekosistem bakau secara berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program restorasi bakau ini. Masyarakat Desa Poka sudah mulai merasakan manfaatnya, baik untuk perlindungan pesisir maupun untuk kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lainnya,” ujar Kepala Desa Poka, Martina Kelbulan, disela tinjauan.
Disisi lain, Direktur Institut Tifa Damai, Pak Justus Pattipawae, juga mengapresiasi dukungan yang diberikan melalui Program DAP.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya Program DAP di Desa Poka. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya restorasi lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga alam mereka sendiri,” ucap Pattipawae.
Sementara itu, Konsul-Jenderal Todd Dias menyampaikan kegembiraannya menyaksikan langsung dampak proyek DAP di Desa Poka.
“Saya sangat senang dapat melihat secara langsung proyek DAP di Desa Poka yang berfokus pada isu lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program dan menjadi bukti nyata komitmen Australia dan Indonesia untuk terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan lingkungan,” ungkap pria tampan itu.
Program Dana Hibah
Kunjungan yang ketiga kalinya itu dilakukan Konsul-Jenderal Todd Dias dalam periode dua tahun terakhir di provinsi Maluku ini, menegaskan kuatnya kemitraan Australia–Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan pesisir.
Setiap tahun, Konsulat-Jenderal Australia di Makassar mendanai 4-6 proyek di wilayah kerjanya melalui Direct Aid Program. (DAP)
Program ini merupakan dana hibah berskala kecil dari pemerintah Australia yang dikelola oleh kantorkantor diplomatik Australia di luar negeri, termasuk Konsulat-Jenderal Australia di Makassar.
Melalui program ini, proyek yang didanai sangatlah beragam, mulai dari proyek yang mendukung ekonomi sirkular dan pengolahan limbah, inklusi disabilitas, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim demi meningkatkan ketahanan pangan, serta isu lingkungan lainnya. (MT-01)

m
e



09
-6



