Saat Melaut, 3 Kakak Beradik Nelayan Asal Rutong Terseret Arus, Dua Selamat, Satu Masih Dicari

by -12 Views

Setelah tebaran jaring pertama tidak membuahkan hasil, mereka kembali menebar jaring untuk kedua kalinya. Namun naas, saat jaring dilepaskan, Simon dan Verkolep mendadak terseret arus air laut yang sangat kuat hingga berteriak meminta pertolongan.

Rutong,moluccastimes.id-Sebuah musibah kecelakaan laut menimpa 3 orang warga Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota  Ambon yang terjadi di perairan Warul, Negeri Hutumuri, sekitar pukul 19.30 WIT, Senin 17/08/2026.

Akibat insiden ini, dua diantaranya berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya dilaporkan hilang terseret arus laut dan kini dalam proses pencarian intensif.

Kronologi

Peristiwa bermula saat tiga nelayan yang merupakan saudara kandung, yakni Yopi Maspaitella (29), Simon Maspaitella (25), dan Verkolep Maspaitella, pergi mencari ikan dengan cara menjaring.

Hal tersebut diceritakan korban, Yopi Maspaitella setelah diselamatkan ke pantai.

Setelah tebaran jaring pertama tidak membuahkan hasil, mereka kembali menebar jaring untuk kedua kalinya. Namun naas, saat jaring dilepaskan, Simon dan Verkolep mendadak terseret arus air laut yang sangat kuat hingga berteriak meminta pertolongan.

Yopi yang berada di dekat lokasi sempat berusaha berenang untuk memberikan pertolongan kepada kedua saudaranya. Malangnya, di tengah upaya tersebut, tangan dan kaki Yopi mengalami kram hebat dan kesemutan secara mendadak. Kondisi ini membuatnya tidak dapat melanjutkan aksi penyelamatan.

Dalam situasi kritis tersebut, ketiganya hanya bisa berteriak meminta tolong ke arah daratan Pantai Warul. Sekitar 40 menit berselang, teriakan mereka terdengar oleh Marlon Pauno (38), seorang Guru Honorer asal Negeri Amahusu yang kebetulan sedang berada di sekitar lokasi.

Tergerak oleh rasa kemanusiaan, Marlon langsung mengambil dua buah jeriken kosong berukuran 5 liter dan 20 liter dari darat sebagai alat apung darurat, lalu nekat berenang menerjang ombak menuju para korban.

Marlon berhasil menjangkau para korban lalu memberikan jeriken 5 liter kepada Simon dan jeriken 20 liter kepada Yopi. Dengan sigap, Marlon berhasil mengevakuasi Yopi terlebih dahulu ke pesisir pantai, kemudian kembali ke laut untuk membawa Simon dengan selamat.

Namun, saat hendak kembali ke tengah laut untuk mencari Verkolep, Marlon tersengat ubur-ubur. Sengatan tersebut membuat tangan kirinya terasa panas, nyeri menjalar ke bagian dada, hingga tubuhnya menjadi lemas dan terpaksa menghentikan pencarian.

Personel Piket Polsek Leitimur Selatan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 21.00 WIT. Petugas langsung melarikan Yopi dan Simon ke Rumah Sakit Rawat Inap Hutumuri untuk mendapatkan perawatan medis akibat kelelahan dan kram yang dialami.

Tindakan Medis

Sementara itu, Kepala Puskesmas Perawatan / Rawat Inap Hutumuri, dr. Bony Pattipawaey, M.KM.,setelah dikonfirmasi membenarkan dua korban atas nama Yopi dan Simon Maspaitella dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

“Saat dibawa ke Puskesmas, keduanya dalam kondisi lemas akibat kelelahan fisik yang hebat setelah terombang-ambing di laut. Korban Yopi juga sempat mengalami kram otot stadium akut pada ekstremitas (tangan dan kaki). Namun, setelah diberikan tindakan hidrasi, terapi hangat, dan observasi intensif, kondisi keduanya saat ini sudah mulai stabil dan dalam masa pemulihan. Dan saat ini mereka telah kembali ke rumah,” tandas dokter smart itu. (MT-01)

 

 

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *