“Dalam praktiknya, tidak semua kuota dapat terpenuhi dalam satu tahap seleksi, sehingga universitas biasanya akan membuka gelombang kedua khusus untuk program studi yang belum memenuhi daya tampung,” tegas Pattiruhu.
Ambon,moluccastimes.id-Mekanisme penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh Universitas Pattimura (Unpatti), merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi, pemerataan, dan kualitas mahasiswa baru.
Hal tersebut diungkapkan Koordinator Akademik Universitas Pattimura, Ch. Pattiruhu, S.H., M.H., disela pembukaan Seleksi Mandiri Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) bertempat di Gedung Registrasi Universitas Pattimura (Unpatti), Selasa 23/06/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pattiruhu menjelaskan mekanisme penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 serta distribusi kuota pada setiap jalur seleksi yang dilaksanakan oleh universitas.

“Penerimaan mahasiswa baru secara nasional di Indonesia dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang menggunakan sistem UTBK berbasis komputer, serta jalur mandiri yang dikelola masing-masing perguruan tinggi,” ungkap Pattiruhu.
Dirincikan untuk tahun 2026, Unpatti menetapkan daya tampung sebanyak 7.041 calon mahasiswa baru. Dari total tersebut, sejumlah tahapan seleksi telah menghasilkan data kelulusan sementara, baik dari jalur SNBP maupun SNBT.
Pada jalur SNBP, dari 4.326 pendaftar, sebanyak 1.761 peserta dinyatakan lulus, dengan 1.475 di antaranya telah melakukan registrasi ulang. Sementara itu, pada jalur SNBT, sebanyak 2.109 peserta dinyatakan lulus, namun hingga saat ini baru 962 peserta yang telah melakukan registrasi ulang, dengan batas akhir registrasi hingga 3 Juli.
Sementara dari total daya tampung tersebut, masih terdapat sisa kuota sekitar 3.457 kursi yang akan diisi melalui jalur mandiri setelah mempertimbangkan hasil akhir registrasi ulang pada jalur SNBT.
“Pelaksanaan ujian jalur mandiri diikuti oleh 3.150 peserta yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu kampus utama Poka, PSDKU Maluku Barat Daya (MBD), PSDKU Kepulauan Aru, SMA Negeri 1 Dobo, serta SMK Negeri 6 Tanimbar,” sebutnya.
Ditambahkan, peserta di kampus utama Poka berjumlah 2.715 orang, PSDKU Aru 186 orang, PSDKU MBD 140 orang, SMA Negeri 1 Dobo 70 orang, dan SMK Negeri 6 Tanimbar 41 orang.
“Dalam praktiknya, tidak semua kuota dapat terpenuhi dalam satu tahap seleksi, sehingga universitas biasanya akan membuka gelombang kedua khusus untuk program studi yang belum memenuhi daya tampung,” tegas Pattiruhu. (MT-01)







