Seminar FEB Unpatti, Prof Madris Ungkap Penyebab Tingginya Pengangguran Terdidik

by -28 Views

“Muncullah ironi disini, ketika jumlah lulusan perguruan tinggi bertambah. pasar kerja belum siap menampung. Disisi lain banyak sektor usaha membutuhkan keterampilan yang berbeda dari kompetensi yang dihasilakn dari lembaga pendidikan,” jelas pria smart itu.

Ambon,moluccastimes.id-Pengangguran bukan sekedar orang yang tidak bekerja melainkan mereka yang aktif mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya.

Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Madris, S.E., D.P.S., M.Si.sebagai nara sumber utama dalam Seminar Nasional yang berlangsung di Gedung FEB Lantai III, Senin 22/06/2026.

“Karena itulah tidak semua orang yang tidak bekerja secara otomatis disebut pengangguran, ada konsep dan indikator khusus untuk mengukurnya,” tandas Prof. Madris.

Menurutnya semakin tinggi angka pendidikan masyarakat tidak selalu berbading lurus dengan peluang kerja yang tersedia.

“Muncullah ironi disini, ketika jumlah lulusan perguruan tinggi bertambah. pasar kerja belum siap menampung. Disisi lain banyak sektor usaha membutuhkan keterampilan yang berbeda dari kompetensi yang dihasilakn dari lembaga pendidikan,” jelas pria smart itu.

Kondisi ini, sambungnya memunculkan jurang antara dunia pendidikan dan industri.

“Persoalan yang muncul adalah bagaimana menselaraskan kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki para lulusan. Sehingga tidak mengalami kesulitan memasuki dunia pasar kerja,” lugasnya.

Dirinya menyoroti fenomena lain, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat penghasilan yang diinginkan.

“Hal ini mengakibatkan sebagian lulusan memilih menunggu pekerjaan yang dianggap ideal daripada mengambil pekerjaan dengan penghasilanyang lebih rendah,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, hal tersbeut menjadi salah satu faktor meningkatkanya angka pengangguran di kalangan tenaga kerja terdidik.

Disisi lain, melalui ruang akademik seperti ini, FEB Unpatti berharap lahir gagasan baru yang mampu menjawab paradoks pengangguran di Indonesia sekaligus mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkalnjutan. (MT-01)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *