Sikat Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 36.735 Rekening & Tutup Akun Berbasis NIK

by -13 Views

OJK telah menginstruksikan perbankan untuk melakukan Enhance Due Diligence (EDD) serta memblokir sekitar 36.735 rekening yang terindikasi aktivitas judi online berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital.

Jakarta,moòuccastimes.id-Kinerja intermediasi perbankan Indonesia pada Juni 2026 terus menguat dengan profil risiko yang terjaga, di tengah langkah tegas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memblokir puluhan ribu rekening judi online dan mencabut izin dua Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Berdasarkan data OJK, Selasa 04/08/2026, pertumbuhan kredit pada Juni 2026 terakselerasi menjadi 12,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan total nilai mencapai Rp9.081 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan capaian Mei 2026 yang tumbuh sebesar 11,51 persen yoy.

Dari jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24,9 persen, diikuti Kredit Modal Kerja 8,94 persen, dan Kredit Konsumsi 5,75 persen. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi melonjak 20,45 persen yoy, sedangkan kredit UMKM tumbuh positif 1,05 persen yoy.

Ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN memimpin pertumbuhan sebesar 16,54 persen yoy.Sementara itu, baki debet produk Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tumbuh 33,54 persen yoy menjadi Rp30,7 triliun dengan total 32,77 juta rekening. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.282 triliun, yang ditopang oleh pertumbuhan tabungan (12,16 persen), giro (9,95 persen), dan deposito (8,25 persen).

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK memicu penurunan rasio likuiditas, meski posisinya dinilai masih memadai dan berada di atas ambang batas (threshold). Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 101,92 persen dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) berada di level 23,08 persen.

Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 182,75 persen.Kualitas kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen dan NPL net terjaga di angka 0,82 persen. Rasio Loan at Risk (LaR) ikut menyusut ke level 8,47 persen.

Tingkat profitabilitas bank (Return on Asset/ROA) tercatat stabil di angka 2,47 persen dengan ketahanan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat sebesar 23,70 persen.Di samping merilis data kinerja, OJK juga mengumumkan langkah tegas dalam penegakan hukum dan pemberantasan perjudian daring.

OJK telah menginstruksikan perbankan untuk melakukan Enhance Due Diligence (EDD) serta memblokir sekitar 36.735 rekening yang terindikasi aktivitas judi online berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital.

Perbankan juga diminta menutup rekening yang memiliki kesesuaian Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dengan pelaku judi daring.Selain itu, OJK resmi mencabut izin usaha dua bank perekonomian rakyat pada Juli 2026. Kedua bank tersebut adalah PT BPR Mataram Mitra Manunggal di Kota Yogyakarta (efektif 7 Juli 2026) dan PT BPRS Hasanah Mandiri di Kota Depok, Jawa Barat (efektif 16 Juli 2026).(MT-01)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *