Selanjutnya, Tim SAR (Basarnas Ambon) dikerahkan secara terstruktur dalam operasi pencarian Verkolep Maspaitella, satu dari tiga nelayan kakak beradik yang hingga kini belum ditemukan di perairan Warul, Negeri Hutumuri
Rutong,moluccastimes.id-Setelah Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon menerima informasi kecelakaan laut atas tiga orang nelayan asal Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan yang terseret arus saat melaut di perairan Warul, Negeri Hutumuri, Senin 17 Agustus 2026, laporan diteruskan kepada Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si., guna mendapatkan disposisi pengerahan regu penyelamat (rescuer), Selasa 18/08/2026.

Selanjutnya, Tim SAR (Basarnas Ambon) dikerahkan secara terstruktur dalam operasi pencarian Verkolep Maspaitella, satu dari tiga nelayan kakak beradik yang hingga kini belum ditemukan di perairan Warul, Negeri Hutumuri dengan upaya antara lain :
£. Mengirimkan satu Regu Penyelamat (Rescuer Unit)
£. Tim bergerak menggunakan armada taktis dan membawa perahu karet bermesin (Rubber Boat atau Rigid Inflatable Boat/RIB) untuk menyisir area laut.
£. Menetapkan pola penyisiran sektoral dengan memetakan area pencarian di perairan Warul berdasarkan arah angin, kecepatan arus bawah laut, dan tinggi gelombang. Penyisiran dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa sektor, bergerak secara paralel dari wilayah perairan tengah hingga ke area pesisir pantai.
£. Operasi SAR Gabungan dimana Basarnas Ambon bertindak sebagai koordinator lapangan yang menyatukan unsur TNI-Polri (Polsek Leitimur Selatan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jajaran Pemerintah Negeri Hutumuri dan Rutong, serta menggerakkan potensi masyarakat setempat berikut armada longboat milik nelayan lokal dilibatkan untuk memperluas radius pencarian visual di permukaan laut.
£. Penggunaan Teknologi Pendukung yaitu alat pendeteksi objek bawah air jika diperlukan serta drone untuk pemantauan visual dari udara guna menjangkau area tebing atau karang pantai yang sulit didekati perahu karet.
£. Manajemen Risiko Terhadap Biota dan Cuaca, berkaca dari kondisi saksi Marlon Pauno yang terluka akibat ubur-ubur laut, Tim SAR memperketat protokol keselamatan dengan mewajibkan seluruh personel penolong menggunakan perlengkapan pelindung (baju selam/Wetsuit) selama operasi berlangsung.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si berharap cuaca dan arus laut bersahabat sehingga korban atas nama Saudara Verkolep Maspaitella bisa segera ditemukan.
Operasi SAR ini direncanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yaitu selama 7 hari ke depan, dengan evaluasi berkala di posko taktis setiap sore hari.(MT-01)










