“Kehadiran mobil pelayanan terpadu ini bertujuan untuk memotong jarak birokrasi, membawa fungsi pengawasan dan fasilitasi yang biasanya dilakukan di kantor BPOM langsung ke tengah pusat keramaian kota,” ungkap Ketua Tim Komunikasi dan Informatika BPOM di Ambon, M. Viva Agusta, S.Farm., Apt. disela kegiatan.
Ambon,moluccastimes.id-Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon memanfaatkan momentum hari terakhir festival 6th Maluku Manggurebe 2026 untuk memperluas jangkauan pelayanan publik.
Hal ini tergambar jelas dengan hadirnya mobil Terosa BPOM dengan inovasi layanan keliling, di area Maluku Manggurebe 2026 Taman Pattimura, Sabtu 10/10/2026.
“Kehadiran mobil pelayanan terpadu ini bertujuan untuk memotong jarak birokrasi, membawa fungsi pengawasan dan fasilitasi yang biasanya dilakukan di kantor BPOM langsung ke tengah pusat keramaian kota,” ungkap Ketua Tim Komunikasi dan Informatika BPOM di Ambon, M. Viva Agusta, S.Farm., Apt. disela kegiatan.
Menurutnya, salah satu fokus utama BPOM adalah memberikan karpet merah bagi pelaku UMKM yang ingin naik kelas.
“BPOM di Ambon membuka posko pendampingan khusus bagi para pelaku usaha kreatif pangan yang produknya wajib memiliki izin edar, namun belum menyelesaikan prosedur registrasi resmi,” lugasnya.
Disamping itu, layanan tersebut juga menjadi kesempatan emas bagi UMKM lokal untuk berkonsultasi secara tatap muka mengenai legalitas produk.
Dengan mengantongi izin edar resmi, sambungnya, produk-produk lokal Maluku diharapkan mampu menembus pasar ritel yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen, tidak lagi sekadar bergantung pada momen pameran tahunan.
Selain urusan perizinan, mobil Terosa juga difungsikan sebagai laboratorium bergerak.
“Petugas BPOM melakukan pengujian sampel pangan secara cepat (rapid test kit) terhadap jajanan dan produk makanan yang dijajakan di area festival,” tandas Agusta.
Pemeriksaan ini difokuskan pada deteksi dini empat kandungan zat berbahaya yang kerap disalahgunakan pada pangan, yaitu:
• Boraks dan Formalin (pengawet non-pangan)
• Rhodamin B (pewarna tekstil merah)
• Metanil Yellow (pewarna tekstil kuning)
Langkah preventif ini diambil demi menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi oleh ribuan pengunjung festival Maluku Manggurebe dengan melibatkan mahasiswa program profesi apoteker dari STIKES Maluku Husada.
“Bersama petugas, para mahasiswa turun langsung mengedukasi pengunjung terkait isu kesehatan global, salah satunya mengenai antimicrobial resistance (resistansi antimikroba). Edukasi ini menekankan pentingnya masyarakat mengonsumsi obat-obatan keras seperti antibiotik secara bijak dan wajib di bawah pengawasan tenaga medis,” paparnya.
Layanan mobil Terosa ini beroperasi penuh sejak pukul 09.00 WIT dengan sistem pembagian petugas dalam dua shift, dan direncanakan terus melayani masyarakat hingga seluruh rangkaian acara penutupan Maluku Manggurebe 2026 selesai malam ini.(MT-01)





