Tonggak Baru Riset & Pemberdayaan Di Maluku, Unpatti Menuju Kampus Riset Kepulauan Berkelas Nasional

by -5 Views

“Ini bukan hanya pusat studi, tetapi instrumen transformasi yang menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Unpatti harus mampu memberi kontribusi nyata, terutama bagi wilayah pesisir,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus riset berbasis kepulauan lewat peluncuran Pusat Studi Pengelolaan Kawasan Berbasis Masyarakat (PS-PKBM) yang dikukuhkan di Aula Rektorat, Senin, 25/05/2026

Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak penelitian, pendampingan, hingga pengambilan kebijakan berbasis data untuk mengelola potensi wilayah, khususnya di daerah pesisir dan kepulauan yang menjadi karakter utama Provinsi Maluku.

Rektor Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd menyampaikan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan jawaban atas kebutuhan pengembangan daerah yang selaras dengan standar kementerian.

“Ini bukan hanya pusat studi, tetapi instrumen transformasi yang menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Unpatti harus mampu memberi kontribusi nyata, terutama bagi wilayah pesisir,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Menurutnya, PS-PKBM akan menjadi ruang kolaborasi lintas fakultas, kementerian, dan lembaga yang selama ini menangani isu pengelolaan kawasan berbasis masyarakat.

Ketua Tim Kelompok Kepakaran dan Laboratorium Program Studi Arsitektur Dr. Adrian S. M. Walangitan, mewakili tim inisiator, menyampaikan bahwa pusat studi ini lahir dari kebutuhan untuk menyatukan para ahli dalam bingkai penelitian yang berkelanjutan.

“PS-PKBM akan menjadi rumah besar bagi para peneliti dari berbagai bidang arsitektur, perikanan, pertanian, ekonomi, sosial, kehutanan hingga hukum untuk merumuskan model pengelolaan kawasan yang sesuai dengan karakter masyarakat Maluku,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yaitu Dr. Yahya Hamid (Tim Kesepakaran Kolegium Arsitektur) dan Prof. I Wayan Widiada (Koordinator PKKM Arsitektur Indonesia).

Keduanya menilai langkah Unpatti sangat tepat dan relevan dengan arah pembangunan nasional.

“Kawasan berbasis masyarakat adalah masa depan pembangunan daerah. Unpatti punya modal sumber daya dan posisi strategis untuk menjadi pusat rujukan nasional,” kata Prof. Widiada.

Sejumlah pimpinan dan ketua gugus tugas dalam lingkup Unpatti turut hadir, antara lain: Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua Gugus Tugas Penyusunan Dokumen Rensra Unpatti, Para Ketua Gugus Tugas Fakultas

Kehadiran mereka memperkuat dukungan institusional agar PS-PKBM tidak hanya menjadi simbol, tetapi pusat kerja nyata.

PS-PKBM ditargetkan menghasilkan:

Peta potensi kawasan di wilayah pesisir dan kepulauan
Model pengelolaan ruang berbasis masyarakat
Kajian ilmiah untuk mendukung kebijakan daerah
Program pemberdayaan masyarakat berbasis riset
Kerja sama dengan kementerian dan lembaga nasional
Unpatti menegaskan bahwa pusat studi ini akan menjadi jembatan antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang efektif.

Dengan dikukuhkannya PS-PKBM, Universitas Pattimura mengambil langkah konkret menuju transformasi institusi berbasis riset.

“Inilah momentum Unpatti untuk tampil sebagai kampus unggul yang menjawab kebutuhan daerah. Kita bergerak tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Maluku,” tutup Rektor.