Unpatti Bisa Jadi Rumah Belajar Bagi Anak Maluku, Singerin Usulkan Kelola Sistem Pendidikan Terintegrasi

by -14 Views

“Selain itu, integrasi sistem pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi juga penting. Sebab selama ini, pengelolaan pendidikan masih bersifat sektoral. Yaitu Pendidikan Dasar dikelola kabupaten Kota, Pendidikan Menengah dikelola oleh Provinsi dan Pendidikan Tinggi oleh Kementerian. Hal ini cukup berdampak pada rendahnya capaian mutu pendidikan secara keseluruhan,” dirinya beralasan.

Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) memiliki potensi besar menjadi pusat pendidikan atau “rumah belajar” bagi masyarakat Maluku jika dikelola secara optimal.

Demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, M.Pd yang turut hadir dalam kunjungan Perwakilan Tim Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, yang bertempat di Ruang Rapat Rektor, Jumat 10/04/2026.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, kita membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni, karena disisi lain kita telah memiliki sumber daya manusia yang kuat sehingga diharapkan kedepan mampu menjadi rumah belajar bagi anak-anak Maluku,” terang Singerin.

Wanita smart ini menyatakan keberadaan Unit Sekolah Baru sangat penting untuk menghindari tumpang tindih penggunaan fasilitas antara kegiatan sekolah dan aktivitas perkuliahan di kampus.

“Selain itu, integrasi sistem pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi juga penting. Sebab selama ini, pengelolaan pendidikan masih bersifat sektoral. Yaitu Pendidikan Dasar dikelola kabupaten Kota, Pendidikan Menengah dikelola oleh Provinsi dan Pendidikan Tinggi oleh Kementerian. Hal ini cukup berdampak pada rendahnya capaian mutu pendidikan secara keseluruhan,” dirinya beralasan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, sebaiknya ego sektoral dihilangkan.

“Bangunlah siklus pendidikan secara utuh, dari dasar hingga perguruan tinggi, agar mutu pendidikan Maluku bisa meningkat,” tandasnya.

Disisi lain, tambahnya, integrasi bersama Unpatti dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pendidikan terutama untuk sekolah kejuruan (SMK), yang terkendala keterbatasan tenaga pengajar produktif.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *