Unpatti Gelar AI Training, Dorong Literasi Digital Mahasiswa

by -5 Views

“Artificial Intelligence merupakan teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin melakukan simulasi berbagai kemampuan manusia, seperti mengenali pola, memproses informasi, menganalisis data, dan memberikan respons berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari. AI bekerja melalui proses pembelajaran berbasis big data, yaitu kumpulan data dalam jumlah sangat besar yang digunakan sistem untuk mengenali objek, memahami informasi, dan menghasilkan jawaban yang semakin akurat,” jelas Malle.

Ambon,moluccastimes.id-Perkembangan Artificial Intelligence (AI) merupakan bagian dari transformasi teknologi yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak oleh mahasiswa untuk mendukung proses pembelajaran, riset, serta pengembangan kompetensi di era digital.

Demikian Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, saat membuka kegiatan Artificial Intelligence Training, kolaborasi Universitas Pattimura (Unpatti), AI Ignition Indonesia, Kumpul, dan Grasberg Academy,Kamis, 16/07/2026.

“Artificial Intelligence bukanlah teknologi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari perkembangan panjang dunia komputasi dan teknologi informasi yang telah diprediksi sejak munculnya mesin pencari (search engine) pada awal tahun 2000-an,” tandas Malle.

Pria smart itu sempat berbagi pengalamannya saat menempuh pendidikan di Jepang, ketika teknologi pencarian informasi masih didominasi oleh Yahoo sebelum kemudian berkembang pesat dengan hadirnya Google yang kini menjadi salah satu platform digital terbesar di dunia.

“Artificial Intelligence merupakan teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin melakukan simulasi berbagai kemampuan manusia, seperti mengenali pola, memproses informasi, menganalisis data, dan memberikan respons berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari. AI bekerja melalui proses pembelajaran berbasis big data, yaitu kumpulan data dalam jumlah sangat besar yang digunakan sistem untuk mengenali objek, memahami informasi, dan menghasilkan jawaban yang semakin akurat,” jelas Malle.

Lebih lanjut, Malle menekankan bahwa perkembangan AI harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Mahasiswa dituntut memiliki literasi digital yang baik agar mampu menggunakan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, dan beretika, sehingga AI menjadi alat pendukung dalam proses belajar, penelitian, dan inovasi, bukan sekadar sarana memperoleh jawaban secara instan,” lugasnya.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *