Wali Kota Ambon Groundbreaking 169 Unit Rumah Subsidi Sharon Griya Nusaniwe

by -36 Views

“Bagaimana kualitas hidup bisa meningkat kalau rumah saja tidak layak? Stunting tidak mungkin bisa kita selesaikan, kemiskinan sulit untuk kita selesaikan. Karena itu, rumah menjadi instrumen penting untuk menjadi tempat hunian baik dalam rangka meningkatkan kualitas hidup keluarga itu sendiri,” ujar Wali Kota.

Ambon,moluccastimes.id-Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan perumahan subsidi Sharon Griya Nusaniwe di Lorong Sekkot, Jumat 14/08/2026.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Ambon untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang berkualitas. Menurutnya, pemenuhan rumah layak huni berkaitan erat dengan penyelesaian masalah sosial di hilir.

“Bagaimana kualitas hidup bisa meningkat kalau rumah saja tidak layak? Stunting tidak mungkin bisa kita selesaikan, kemiskinan sulit untuk kita selesaikan. Karena itu, rumah menjadi instrumen penting untuk menjadi tempat hunian baik dalam rangka meningkatkan kualitas hidup keluarga itu sendiri,” ujar Wali Kota.

Proyek perumahan yang digarap oleh PT Maluku Drop Core ini mencakup pembangunan 169 unit rumah bersubsidi. Menariknya, harga yang ditawarkan sangat terjangkau, yaitu Rp185 juta per unit sudah termasuk tanah. Angka ini jauh di bawah harga rumah komersial di Ambon yang rata-rata sudah menyentuh Rp400 juta hingga Rp600 juta.

Untuk mempermudah masyarakat, proyek ini didukung oleh skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera. Masyarakat bisa menikmati fasilitas uang muka (down payment) mulai dari 1% dengan tenor pinjaman hingga 20 tahun melalui jaringan Bank Himbara (BTN, BNI, Mandiri, dan BRI).

Meski harganya ekonomis, Wali Kota mengingatkan pihak pengembang agar tidak mengorbankan aspek kualitas.

“Saya ingatkan jangan sampai karena harganya pas-pasan lalu kita tidak mempertimbangkan kualitas bangunannya,” tegasnya.

Selain kualitas bangunan, sektor fasilitas publik juga menjadi perhatian utama. Wali Kota juga menginstruksikan Direktur Perumdam Tirta Yapono untuk berkoordinasi intensif dengan developer guna memastikan jaringan air bersih langsung mengalir begitu pembangunan rumah selesai.

Keterbatasan anggaran daerah selama ini membuat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Ambon berjalan lambat akibat krisis ekonomi. Namun, tahun ini Pemkot Ambon optimis bisa menyalurkan bantuan perbaikan atau bedah rumah untuk 400 hingga 500 unit rumah dari Pemerintah Pusat.

Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan prosesi simbolis oleh Wali Kota Ambon, didampingi Sekretaris Kota (Sekkot), Direktur PT Maluku Drop Core, serta Kepala Dinas Perkim Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus.

Momen ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah, pengembang, dan perbankan demi kesejahteraan warga Kota Ambon.(MT-01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *