Wali Kota Minta Perbankan Perhatikan UMKM Lewat Kredit Produktif

by -8 Views

“Mari kita perhatikan UMKM yang sedang tumbuh, fokus kita untuk kredit yang produktif karena disitu dapat membantu UMKM bertumbuh. Dengan adanya akses keuangan yang berjalan baik maka ekonomi juga akan tumbuh positif” tandas Wali Kota.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor OJK Maluku, Selasa 14 April 2026, Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si mengingatkan
pihak perbankan agar lebih berani menyasar sektor produktif.

“Mari kita perhatikan UMKM yang sedang tumbuh, fokus kita untuk kredit yang produktif karena disitu dapat membantu UMKM bertumbuh. Dengan adanya akses keuangan yang berjalan baik maka ekonomi juga akan tumbuh positif” tandas Wali Kota.

Disisi lain, Wali Kota sebutkan ada sejumlah agenda prioritas yang harus diperhatikan.

Pertama, penguatan ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi melalui QRIS. Kedua, penanggulangan kemiskinan dengan mendorong perbankan mengalihkan fokus dari kredit konsumtif ke kredit produktif (KUR) bagi UMKM. Ketiga, membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), dan keempat perlindungan pekerja melalui Program BETA (Baku Kele Pekerja Rentan Ambon) serta penguatan peran pemuda dalam industri kreatif.

Terkait kondisi ekonomi terkini, Wali Kota memaparkan bahwa inflasi Kota Ambon per Maret 2026 sangat terkendali di angka 3,18% (YoY).

“Meski terjadi dinamika harga pada tarif transportasi udara dan listrik, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dipastikan tetap stabil, didukung oleh daya beli yang terjaga positif,” lugasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengungkapkan bahwa inklusi keuangan di Ambon ditargetkan selaras dengan visi nasional 2045 sebesar 98%.

“OJK saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penyusunan kurikulum literasi keuangan untuk tingkat SMP dan perluasan agen Laku Pandai di daerah yang sulit menjangkau perbankan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya mendorong adanya business matching bagi UMKM dan digitalisasi pada sektor kuliner ikonik seperti Rujak Natsepa agar masuk dalam ekosistem QRIS.

“Harapannya, evaluasi di triwulan I ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk mencapai target di semester kedua 2026, sekaligus membawa TPAKD Ambon meraih penghargaan di tingkat nasional,” harapnya.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *