Sosialisasi KTA & BIMTEK, Ketua Mabicab Pramuka Kota Ambon : Benahi Data, Maksimalkan Potensi Pramuka

by -9 Views

Pria yang juga Wali Kota Ambon itu, menandaskan dalam era digitalisasi, organisasi Pramuka harus mampu menyesuaikan diri sehingga tidak tergilas zaman dengan manfaatkan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi kerja organisasi.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya mendukung transformasi digital dan memperoleh data anggota Pramuka yang valid, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku menggelar Sosialisasi Pendataan Potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi “Ayo Pramuka” Kwartir Nasional (Kwarnas), Rabu 04/03/2026.

Sosialisasi yang dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si tersebut menekankan bahwa organisasi yang eksis adalah organisasi yang mampu memahami lingkungan strategisnya, baik internal maupun eksternal.

Menurutnya, potensi besar Gerakan Pramuka tidak akan maksimal tanpa pembenahan sistem pendataan.

“KTA merupakan pengakuan organisasi terhadap pribadi dengan data yang lengkap maka gerakan Pramuka dapat dikendalikan dengan baik sesuai dengan potensi anggotanya,” papar Wattimena.

Pria yang juga Wali Kota Ambon itu, menandaskan dalam era digitalisasi, organisasi Pramuka harus mampu menyesuaikan diri sehingga tidak tergilas zaman dengan manfaatkan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi kerja organisasi.

Ayah tiga anak itu juga menyoroti pentingnya wadah Pramuka dengan fenomena sosial yang mengancam generasi muda di Kota Ambon, seperti meningkatnya kasus HIV, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tawuran.

Menurutnya, dukungan gerakan Pramuka diharapkan merangkul dan memberikan edukasi melalui teknologi digitalisasi sehingga generasi muda mampu berkreasi positif.

Sementara itu, Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku, Saiful Almaskati, menjelaskan bahwa aplikasi “Ayo Pramuka” merupakan langkah konkret Kwarnas untuk mengubah citra Pramuka agar tidak hanya identik dengan “tali-temali dan kemah”, tetapi juga melek literasi digital.

“Bimtek Ayo Pramuka ini sangat strategis. Penggunaan aplikasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya mendasar untuk mempermudah pendataan dan mewujudkan database anggota yang valid, akurat, dan real time,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini klaim jumlah anggota Pramuka secara nasional mencapai sekitar 25 juta orang, namun belum didukung database yang terintegrasi dengan baik.

Selain itu, aplikasi Ayo Pramuka juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi manajemen, khususnya dalam pengelolaan data Pramuka Garuda dan pengusulan tanda penghargaan.

“Selama ini proses pengusulan tanda penghargaan cukup panjang. Banyak kakak-kakak yang puluhan tahun mengabdi sulit mendapatkan penghargaan. Sekarang bisa diusulkan melalui aplikasi sesuai jenjangnya,” ujar Almaskati. (MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *