Adopsi Teknologi Tiongkok, Rumaherang Gagas Konsep ‘Smart Island’ Atasi Krisis Listrik Maluku

by -26 Views
Dosen Teknik Mesin, Fak Teknik Unpatti, Dr. Wulfilla Maxmilian Rumaherang, Ph.D.

“Konsep ini memungkinkan suatu pulau atau komunitas mengelola pasokan listriknya sendiri dengan memanfaatkan potensi alam lokal yang tersedia di wilayah mereka,” jelas Rumaherang

Ambon,moluccastimes.id-Pusat Studi Energi Baru Terbarukan dan Transisi Energi Universitas Pattimura (Unpatti) menawarkan konsep revolusioner bertajuk Smart Island (Pulau Pintar).

Gagasan ini dirancang khusus untuk menyudahi ketergantungan kronis wilayah pelosok kepulauan Maluku terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan jaringan listrik terpusat yang kerap tidak stabil.

Inovasi tersebut lahir setelah akademisi Unpatti, Dr. Wulfilla Maxmilian Rumaherang, Ph.D, merampungkan studi banding teknologi energi hijau di Chengdu dan Kunming, Tiongkok, pada akhir Oktober 2026 lalu dalam program Seminar on Green Energy for Indonesia.

Rumaherang menilai, karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan sangat tidak cocok jika terus dipaksakan bergantung pada pembangkit listrik raksasa dan sistem transmisi konvensional. Solusi paling realistis untuk bumi raja-raja adalah menerapkan sistem kelistrikan mandiri terdesentralisasi melalui Islanded Microgrid (jaringan listrik mikro mandiri).

“Konsep ini memungkinkan suatu pulau atau komunitas mengelola pasokan listriknya sendiri dengan memanfaatkan potensi alam lokal yang tersedia di wilayah mereka,” jelas Rumaherang, Jumat, 30/10/2026.

Dalam cetak biru Smart Island yang digagas, sistem kelistrikan pulau-pulau kecil akan ditopang oleh kombinasi energi bersih mutakhir, seperti:

• Energi Hybrid: Integrasi tenaga surya, angin, dan arus laut secara simultan.
• Battery Energy Storage System (BESS): Teknologi penyimpanan baterai skala besar untuk menjaga stabilitas pasokan listrik saat cuaca berubah.
• Anaerobic Digestion: Pengolahan kotoran ternak dan limbah organik pedesaan menjadi biogas siap pakai.
• Waste-to-Energy: Konversi sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik alternatif.

Guna mematangkan konsep ini, Unpatti kini didorong menjadi pusat hilirisasi riset dengan membangun Kawasan Sains dan Techno Park (STP) Energi Baru Terbarukan.

Kampus Hotumesese akan dijadikan living laboratory untuk menguji coba sistem pengelolaan energi berbasis Internet of Things (IoT) sebelum diterapkan secara massal di daerah-daerah terpencil.

Melalui sinergi riset internasional bersama Biogas Institute of China (BIOMA) dan Kementerian ESDM, gagasan Smart Island ini diharapkan segera diadopsi oleh pemerintah daerah sebagai rujukan utama dalam membangun kedaulatan energi yang murah, bersih, dan berkelanjutan di wilayah kepulauan Indonesia.(MT-01)

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *