BPS Gelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ini Arahan Wawali Ambon

by -12 Views

“Tugas petugas sensus bukan sekadar mencatat angka atau mengisi formulir tetapi harus memahami penggunaan aplikasi pendataan serta menjunjung tinggi etika saat berinteraksi dengan responden. Karena akan menyajikan informasi penting terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun program peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih tepat sasaran,” papar ibu empat anak ini.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam rangka menunjang Sensus Ekonomi 2026, data pelaku ekonomi perlu diakomodir secara digital dalam sistem statistik nasional sehingga kontribusinya terhadap perekonomian dapat dihitung secara akurat.

Demikian Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos disela pembukaan Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Selasa 02/06/2026.

“Perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi bertumpu pada sektor usaha konvensional. Terdapat banyak profesi baru yang tumbuh di ruang digital dan harus tercatat dengan baik sehingga kontribusinya terhadap perekonomian dapat diketahui secara jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dalam Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan sistem pendataan dengan perkembangan ekonomi digital yang terus berkembang.

Profesi seperti content creator, influencer, kreator video digital, hingga berbagai usaha berbasis platform digital dinilai telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

“Melalui klasifikasi yang lebih mutakhir, kita dapat melihat secara lebih rinci potensi ekonomi yang selama ini mungkin belum tergambarkan secara utuh dalam data statistik. Hal ini penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” papar Wawali.

Srikandi Kota Ambon ini menegaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam melaksanakan pendataan secara benar dan profesional.

“Tugas petugas sensus bukan sekadar mencatat angka atau mengisi formulir tetapi harus memahami penggunaan aplikasi pendataan serta menjunjung tinggi etika saat berinteraksi dengan responden. Karena akan menyajikan informasi penting terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun program peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih tepat sasaran,” papar ibu empat anak ini.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, DR. Ir. Ronald Lekransy, M.Si; Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, S.Pi; serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Ambon, B. C. Tity M. Oratmangun SE.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *