Dobrak Rasa Malu, Ketua TP-PKK Ambon Ajak Perempuan Berani Lakukan Tes IVA

by -2 Views

“Saya ingin mengajak kita semua mengubah cara pandang terhadap pemeriksaan kesehatan perempuan. Jangan menganggap pemeriksaan sebagai sesuatu yang memalukan. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk memperoleh informasi yang benar,” pinta Lisa Wattimena secara langsung.

Ambon,moluccastimes.id-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon mengambil langkah tegas untuk membongkar stigma negatif seputar pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Lewat peluncuran program edukasi “SEMPE IVA” (Sadar, Ajak, Edukasi, dan Mau Periksa IVA), kaum perempuan di Kota Ambon didorong untuk membuang rasa takut demi menyelamatkan diri dari ancaman kanker serviks.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat membuka acara talkshow yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Ambon, Kamis 29/10/2026.

Di hadapan ratusan kader PKK, Lisa menyerukan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat yang selama ini kerap menganggap tabu pemeriksaan organ reproduksi.

“Saya ingin mengajak kita semua mengubah cara pandang terhadap pemeriksaan kesehatan perempuan. Jangan menganggap pemeriksaan sebagai sesuatu yang memalukan. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk memperoleh informasi yang benar,” pinta Lisa Wattimena secara langsung.

Ia menegaskan bahwa kesehatan perempuan memiliki efek domino yang besar bagi ketahanan sosial.

“Perempuan yang sehat akan menjadi pilar kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan generasi Kota Ambon,” lugasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, pemeriksaan dini melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) maupun tes HPV DNA harus dipandang sebagai kebutuhan medis yang rasional, bukan hal yang tabu.

Talkshow strategis ini turut menghadirkan pakar kesehatan reproduksi, Dr. Erwin Rahakbauw, Sp.OG (K) SubSp Onkologi, sebagai pemateri utama guna memberikan pemahaman medis yang akurat kepada para kader.

Melalui gerakan “SEMPE IVA”, TP-PKK Ambon berharap para kader yang telah diedukasi dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk mengajak lebih banyak wanita memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia tanpa rasa cemas.(MT-01)

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *