Dubes RRT Komitmen Dukung Perluasan Aseptasi & Partisipasi QRIS Indo-Tiongkok

by -9 Views

“Pemerintah Tiongkok sangat menyadari pentingnya beradaptasi terhadap inovasi teknologi dan berinvestasi pada AI. Karena itu Pemerintah Tiongkok berkomitmen selalu mendukung perluasan akseptasi dan partisipasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok,” ujar Wang.

Jakarta,moluccastimes.id-Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok mendapat sorotan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Wang Lutong disela peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) : Digdaya x Hackathon di Bank Indonesia, Kamis 30/04/2026.

“Pemerintah Tiongkok sangat menyadari pentingnya beradaptasi terhadap inovasi teknologi dan berinvestasi pada AI. Karena itu Pemerintah Tiongkok berkomitmen selalu mendukung perluasan akseptasi dan partisipasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok,” ujar Wang.

Kinerja QRIS Antarnegara juga menunjukkan tren positif. Volume transaksi dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound), dari sisi volume transaksi maupun nilai. Pada triwulan I 2026, total volume transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta atau meningkat 222% (yoy), dengan nilai nominal Rp713,59 miliar.

Sementara, transaksi volume QRIS outbound juga meningkat, tercatat 737.647 transaksi dengan nilai transaksi Rp249,26 miliar. Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan pemanfaatan QRIS dalam transaksi lintas negara.

Sejalan dengan pesatnya inovasi digital, volume transaksi pembayaran digital[2] pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 116,43% (yoy). Sejak diluncurkan pada 2020 hingga triwulan I 2026, akseptasi QRIS telah menjangkau 44 juta merchant yang utamanya adalah UMKM dan 61,7 juta pengguna. Keberadaan QRIS sejak 2020 telah mendukung terlaksananya 31 miliar transaksi yang bernilai total Rp2.970 triliun.

Hal ini juga menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan kesiapan talenta digital, untuk memastikan agar transformasi digital memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Disisi lain, program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) dan HACKATHON membekali para talenta digital dengan penguatan kompetensi teknis di bidang inovasi digital dan kewirausahaan sehingga mampu memahami kebutuhan pasar serta mengembangkan solusi yang relevan.

Sejak diinisiasi, 2.000 proposal dari inovator muda antusias bergabung dalam PIDI. Hasil seleksi terpilih 800 tim yang akan mengikuti program pelatihan berbasis kebutuhan riil industri melalui tahapan pelatihan dasar (essential training), pelatihan lanjutan/ahli (practitioner training), dan proyek akhir (capstone project).

Para peserta PIDI juga akan difasilitasi melalui business matching agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya berhenti sebagai prototype tetapi juga dapat diaplikasikan di industri.

Melalui PIDI, BI berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi dan keuangan digital nasional. Kerja bersama antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa, menegaskan komitmen dalam membangun struktur ekonomi digital yang kuat, aman, dan berdaya saing global yang terintegrasi.

Untuk informasi selengkapnya kunjungi website dan media sosial Bank Indonesia, serta https://pidi.id dan akun Instagram @Pusatinovasidigitalindonesia.(MT-01)