Luncurkan PIDI, Gubernur BI : Solusi & Belajar Perkuat Inovasi Digital Nasional

by -11 Views

“Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara,” tegas Gubernur BI.

Jakarta,moluccastimes.id-Guna mendukung transformasi ekonomi keuangan digital Indonesia menuju Indonesia 2045, Indonesia membutuhkan talenta digital yang inovatif dan mampu menciptakan solusi yang implementatif.

“Karena itu, peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) menjadi inovasi untuk mencari solusi, belajar, serta memanfaatkan AI untuk berbagai kepentingan yang bermanfaat,” demikian Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) : Digdaya x Hackathon di Bank Indonesia, Kamis 30/04/2026.

Momentum peluncuran PIDI dirangkaikan juga dengan peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok.

“Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara,” tegas Gubernur BI

Kolaborasi Bank Indonesia, People’s Bank of China (PBoC), ASPI, serta industri sistem pembayaran di kedua negara diarahkan untuk menghadirkan konektivitas pembayaran yang lebih lancar, efisien, dan inklusif.

“Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok turut memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas (Local Currency Transaction/LCT) sehingga meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar dan mendorong arus perdagangan dan investasi yang lebih efisien antara kedua negara,” tandas Perry.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menekankan pentingnya memastikan inovasi memiliki makna dan dampak nyata, serta didukung oleh talenta yang mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi secara tepat.

“Bahwa inovasi penting, tetapi makna tidak boleh dilupakan. Tariklah gerbong itu melalui inovasi, sehingga teknologi memiliki makna. Teknologi harus dikendalikan oleh pilot-pilotnya,” ujar Pratikno.

Pratikno juga menyampaikan pentingnya pendekatan Tech for Humanity yaitu setiap solusi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi unggul dalam berorientasi untuk kepentingan publik dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Di tengah akselerasi pemanfaatan digital dan AI, Pemerintah juga telah menginisiasi Satuan Tugas (Satgas) Strategi Nasional AI Terintegrasi untuk merpercepat kesiapan Indonesia dalam menghadapi disrupsi yang ditimbulkan oleh teknologi kecerdasan buatan tersebut,” tandasnya.

Momen peluncuran ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI[1]. Peluncuran juga diikuti oleh 800 tim peserta PIDI. Pada momentum tersebut, Bank Indonesia dan PBoC juga meresmikan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok, disaksikan oleh ​Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.MT-01)