“Pertumbuhan terjadi pada sebagian sebagian besar lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum,” jelas Pattiwaelapia.
Ambon,moluccastimes.id-Wajah perekonomian Provinsi Maluku pada Triwulan III 2026 tidak lagi hanya bertumpu pada sektor komoditas tradisional.
Sektor pariwisata, jasa, dan aktivitas pembangunan kini mengambil alih panggung sebagai motor utama yang memacu pertumbuhan ekonomi Bumi Raja-Raja hingga tumbuh positif 4,67 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Triwulan III 2025.
Pergeseran dinamika ini mencerminkan bahwa aktivitas domestik, mulai dari geliat pelesiran, kuliner, hingga proyek infrastruktur, menjadi pendorong utama daya tahan ekonomi Maluku di paruh kedua tahun ini.
Lonjakan Drastis Sektor Akomodasi dan Kuliner
Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menunjukkan bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan minum (kuliner) menjadi lini bisnis yang paling agresif.
Sektor yang berkaitan erat dengan aktivitas wisata dan mobilitas warga ini mencatat lonjakan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 14,51 persen.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengonfirmasi bahwa arah pergerakan ekonomi saat ini sangat diwarnai oleh performa kuat sektor jasa dan konsumsi.
“Pertumbuhan terjadi pada sebagian sebagian besar lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum,” jelas Pattiwaelapia, Jumat 06/11/2026.
Infrastruktur dan Perdagangan Ikut Bergairah
Selain sektor penunjang pariwisata, denyut nadi perekonomian Maluku juga disokong kuat oleh dua sektor penopang lainnya:
• Sektor Pengadaan Listrik dan Gas: Tumbuh signifikan sebesar 13,57 persen, menandakan adanya peningkatan konsumsi energi untuk aktivitas produktif dan industri rumah tangga.
• Sektor Konstruksi: Mengalami tren positif dengan tumbuh 7,64 persen, dipicu oleh keberlanjutan berbagai proyek pembangunan fisik di wilayah kepulauan ini.
• Sektor Perdagangan Besar, Eceran, dan Reparasi: Ikut terkerek naik sebesar 7,18 persen, yang menunjukkan daya beli dan mobilitas kendaraan masyarakat tetap terjaga kuat.
Capaian Triwulan III 2026 ini memberikan sinyal optimistis bahwa struktur ekonomi Maluku kini semakin variatif dan tangguh.
Penguatan di sektor domestik berbasis jasa ini diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi daerah hingga penutupan tahun.(MT-01)





