Ghufron : Program JKN Capai 98% Lampaui Target Nasional RPJMN 2025–2029

by -23 Views

“Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,45 persen. Angka ini melampaui target nasional dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.

Jakarta,moluccastimes.id-Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten/kota menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 dari BPJS Kesehatan, Selasa 27/01/2026.

Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil memperluas perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan, capaian tersebut menjadi bukti kuat keberhasilan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

“Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,45 persen. Angka ini melampaui target nasional dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.

Ghufron menegaskan, peran kepala daerah sangat menentukan keberhasilan UHC, terutama dalam mendorong pendaftaran penduduk serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

“Ketika kepala daerah memiliki komitmen kuat, maka perlindungan kesehatan dapat diwujudkan secara lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai indikator utama dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya target SDGs 3.8 yang bertujuan mencakup seluruh penduduk dalam sistem perlindungan kesehatan.

Menurut Ghufron, capaian UHC memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan riset LPEM FEB UI tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC menunjukkan tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan kesehatan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

“Pemanfaatan layanan kesehatan juga meningkat signifikan. Saat ini rata-rata kunjungan peserta JKN mencapai dua juta kunjungan per hari,” tambahnya.

Untuk menjaga kualitas layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan dan memperluas pemanfaatan teknologi digital. Sejumlah layanan non tatap muka kini tersedia, seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA melalui WhatsApp 08118165165, serta Care Center 165.

“Peserta juga dapat menggunakan antrean online dan fitur i-Care JKN untuk melihat riwayat pelayanan hingga satu tahun terakhir, sehingga dokter dapat memberikan layanan lebih cepat dan tepat,” jelas Ghufron.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat UUD 1945.

“Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin karena sakit. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta bangsa yang makmur dan sejahtera,” kata Cak Imin.

Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029. Cak Imin menekankan agar tidak ada daerah yang mengalami penurunan jumlah peserta aktif JKN.

“Selain memperluas cakupan, kualitas layanan kesehatan juga harus terus ditingkatkan agar manfaat JKN benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.(MT-01)

 

 

09 -6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *