“Karena itu, hari-hari ini, anak-anak dituntut cerdas intelektual dan diimbangi dengan kecerdasan emosional, memiliki karakter, dan moralitas yang baik. Jika tidak, mereka bisa tergerus oleh perkembangan teknologi,” ungkap Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si saat melaunching Program Child Community Hero (CCH), berlokasi di Sekolah Dasar (SD) Kristen Nania, Kamis 16/07/2026.
Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya memerangi tindakan perundungan (bullying) serta membentuk karakter tangguh anak sejak dini, di era revolusi teknologi dan perkembangan AI yang begitu pesat, tantangan zaman bagi generasi muda dinilai semakin kompleks.
“Karena itu, hari-hari ini, anak-anak dituntut cerdas intelektual dan diimbangi dengan kecerdasan emosional, memiliki karakter, dan moralitas yang baik. Jika tidak, mereka bisa tergerus oleh perkembangan teknologi,” ungkap Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si saat melaunching Program Child Community Hero (CCH), berlokasi di Sekolah Dasar (SD) Kristen Nania, Kamis 16/07/2026.
Wali Kota mengapresiasi peluncuran CCH, membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar dari pengalaman, membangun empati, dan membentuk jiwa keberanian agar perundungan di sekolah bisa dihindari.
“Hal Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menguatkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) demi melahirkan generasi emas bagi Kota Ambon,” tandas ayah tiga anak itu.
Diakuinya data statistik kementerian menyebut sekitar 60% anak usia sekolah masih menghadapi tindakan kekerasan, termasuk kekerasan verbal yang kerap terjadi di lingkungan terdekat.
“Lewat program ini mari kita belajar mendidik anak secara baik dan benar. Jangan membanding-bandingkan anak satu dengan yang lain atau memarahi secara berlebihan, karena hal tersebut sudah termasuk bentuk kekerasan psikologis yang memicu rasa putus asa,” himbaunya.
Kepala Sekolah SD Kristen Nania, Pdt. Ficca Rumahruson, menyampaikan program tersebut menjadi bagian dari kompas besar visi sekolah tahun ini, yaitu mewujudkan generasi yang berkarakter unggul, kreatif, berbudaya, dan berwawasan global.
“Pihak sekolah telah merancang sejumlah program strategis, mulai dari pilar karakter melalui literasi Alkitab 30 menit setiap pagi, hingga penerapan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BESAN) yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon,” ucapnya.
Lewat program tersebut, pihaknya ingin memastikan sekolah bebas dari perundungan (bullying) agar anak tenang dan nyaman belajar.
“Kerja sama dengan Yayasan Pohon Sagoe serta brand lokal Project 1945 melalui produk khusus mereka, Water of Maluku. Program Child Community Hero ini ditujukan untuk membentuk karakter sekaligus membekali siswa dengan keterampilan,” pungkasnya.
Launching juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F.F Taso, M.Si serta Ketua Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J. B. Sitanala Cabang Pulau Ambon Utara, Pdt. Renny Haliwela(MT-01)





