Disebutkan total realisasi penerimaan negara dari sektor bea dan cukai mencapai Rp613,85 miliar, tumbuh 35,01% dibanding 2024. Selain itu, penerimaan pajak dalam rangka impor tercatat mencapai Rp6,91 triliun.
Ambon,moluccastimes.id-Sepanjang tahun 2025, berbagai capaian signifikan ditorehkan Kantor Wilayah Bea Cukai Provinsi Maluku.
“Dimulai dari realisasi penerimaan negara mencapai 122,90% dari target, sementara devisa ekspor berhasil dihimpun hingga US$14,8 miliar,” ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Estty Purwadiani Hidayatie. dalam kegiatan Siaran Pers, Coffee Morning, dan Sosialisasi Peran Bea Cukai dalam Mendorong Peningkatan Ekspor, yang digelar di kantor Kanwil DJBC Maluku, Rabu 04/02/2026.
Disebutkan total realisasi penerimaan negara dari sektor bea dan cukai mencapai Rp613,85 miliar, tumbuh 35,01% dibanding 2024. Selain itu, penerimaan pajak dalam rangka impor tercatat mencapai Rp6,91 triliun.
Di bidang penegakan hukum, Kanwil Bea Cukai Maluku telah melakukan 186 penindakan, terdiri dari 151 kasus cukai, 9 kasus kepabeanan, serta 26 kasus narkotika, psikotropika, dan prekursor.
Barang hasil penindakan meliputi 773.862 batang rokok ilegal dan 32,96 liter minuman keras tanpa izin.
Pendekatan ultimum remedium turut mendorong penerimaan negara, yang melonjak 154,64% menjadi Rp678 juta, sementara total penerimaan dari bidang penindakan mencapai Rp5,79 miliar.
“Penegakan hukum kami tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan keadilan restoratif,” jelas Estty.
Di sektor perdagangan internasional, Bea Cukai Maluku mencatat devisa ekspor sebesar US$14,8 miliar, dengan devisa impor US$5,2 miliar. Hingga akhir 2025, sebanyak 16 perusahaan mengantongi izin kawasan berikat dengan total nilai investasi mencapai Rp365 triliun.
Tak hanya perusahaan besar, Bea Cukai juga aktif membina 35 UMKM melalui program UMKM Naik Kelas Ekspor, termasuk pendampingan langsung ke lokasi usaha.
Memasuki 2026, Bea Cukai Maluku menyiapkan langkah antisipatif menghadapi tantangan kebijakan fiskal, percepatan layanan ekspor-impor, hingga pengawasan wilayah kepulauan.
“Dengan fondasi kinerja yang kuat dan dukungan para pemangku kepentingan, kami optimistis terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pelayanan,” tandas wanita cantik berhijab itu. (MT-01)

dalambrita



