Mendukbangga menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Untuk itu, pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Ambon,moluccastimes.id-Derasnya perkembangan teknologi digital dan pergeseran nilai sosial telah menghadirkan tantangan baru bagi keluarga Indonesia, arus informasi yang masuk tanpa batas melalui perangkat digital dapat memberikan dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan penguatan fungsi keluarga. Oleh karena itu, ketangguhan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Demikian sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga) yang dibacakan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Senin 29/06/2026.

Mendukbangga menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Untuk itu, pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, lemahnya fungsi pengasuhan dan minimnya kehadiran figur orang tua dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti tawuran antarpelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Fenomena tersebut menjadi peringatan bahwa keluarga harus kembali menjalankan perannya sebagai benteng pertama dalam pembentukan karakter anak.
Melalui momentum Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026 ini, seluruh orang tua diimbau untuk semakin memperkuat komunikasi, kasih sayang, dan pendampingan terhadap anak-anak di lingkungan keluarga. Rumah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan sehingga mampu membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.
Mari perbaharui paradigma bahwa keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan menjadi titik awal dari seluruh kebijakan publik dan penentu keberhasilan pembangunan nasional. Dengan membangun keluarga yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter mulia, Indonesia akan mampu memanfaatkan Bonus Demografi secara optimal dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Maluku turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen seluruh insan Adhyaksa untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter, berkualitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan demi Indonesia yang maju dan berkelanjutan
Upacara tersebut dihadiri oleh Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri, S.H., M.H., Asisten Intelijen Diky Oktavia, S.H., M.H., Asisten Pidana Militer Kolonel Chk Satar M. Hutabarat, S.H., M.H., Asisten Pengawasan Bobby Ruswin, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Ariyanto Novindra, S.H., M.H., Koordinator Ye Almahdaly, S.H., M.H., Koordinator Abraham J. Batoek, S.H., M.H., Koordinator Samy Sapulette, S.H., M.H., Koordinator Amri Kurniawan, S.H., M.H., serta seluruh Pegawai Jaksa dan Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Maluku.(MT-01)







