Lapas Perempuan Ambon Respons Krisis Air Di Siwang

by -4 Views

“Kami ingin menegaskan bahwa fungsi Lapas tidak lagi kaku. Seluruh pegawai terlibat langsung mendistribusikan air ini dengan harapan dapat meringankan beban harian warga Kampung Siwang dalam mendapatkan akses air layak pakai,” ujar Hesta di sela-sela pembagian air yang dimulai pukul 15.00 WIT.

Ambon,moluccastimes.id-Selama ini institusi pemasyarakatan kerap dipandang hanya berfokus pada urusan pembinaan di balik jeruji besi.

Namun, stigma tersebut dipatahkan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon yang turun langsung menerobos wilayah perbukitan untuk menyuplai air bersih bagi warga Kampung Siwang, Negeri Urimessing, Kota Ambon, Kamis 05/11/2026.

Aksi sosial yang mengerahkan dua unit mobil tangki air bersih ini menjadi langkah taktis dalam merespons kesulitan pemenuhan kebutuhan air harian yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan bahwa pemasyarakatan modern dituntut memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial terhadap problem riil di lingkungan sekitar.

Momentum Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 diubah menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan nyata, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Kami ingin menegaskan bahwa fungsi Lapas tidak lagi kaku. Seluruh pegawai terlibat langsung mendistribusikan air ini dengan harapan dapat meringankan beban harian warga Kampung Siwang dalam mendapatkan akses air layak pakai,” ujar Hesta di sela-sela pembagian air yang dimulai pukul 15.00 WIT.

Aksi jemput bola ini disambut haru oleh masyarakat. Ketua RT setempat, Apeles, mengakui bahwa pasokan air dari mobil tangki Lapas Perempuan ini datang di waktu yang sangat tepat saat warga benar-benar kesulitan memenuhi keperluan rumah tangga.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap hubungan harmonis dan kepedulian seperti ini bisa terus berlanjut ke depan,” ungkap Apeles.

Agenda yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku ini menjadi bukti kuat terjadinya transformasi paradigma hukum di Maluku, di mana aparat penegak hukum kini melangkah lebih jauh sebagai mitra sosial yang solutif bagi masyarakat kecil.(MT-01)