Peserta Terbaik KDMK 2026, Lawalata : Semoga Jadi Inspirasi Bagi Desa Lain Di Maluku

by -10 Views

“Semoga ini dapat diterapkan di Negeri Adm Mahu bahkan menjadi inspirasi bagi Kepala Desa yang ada di Saparua, maupun Saparua Timur bahkan lebih luas lagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Sebab sudah saatnya setiap desa berinovasi melalui potensi yang dimiliki. Kita belajar dari desa-desa di Jawa, walapun dengan keterbatasan tetapi memiliki kemampuan untuk menggali potensi untuk diberdayakan,” paparnya.

Jakarta,moluccastimes.id-Kepala Pemerintahan Negeri Adminsitratif Mahu mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Kabupaten Maluku Tengah yang memberikan kesempatan untuk mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) angkatan ke-2 tahun 2026, yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, 13-16 Juli 2026.

“Bersyukur karena diberi kesempatan mengikuti program KDMK kolaborasi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Universitas Indonesia (UI),” ucap Kepala Pemerintahan Negeri Adminsitratif Mahu, Christina M. Lawalata, SE disela kegiatan hari terakhir,  Kamis, 16/07/2026.

Secara pribadi wanita berkacamata ini mengakui, sangat bangga dapat sejajar dengan ratusan Kepala Desa se-Indonesia ikut dalam program KDMK 2026.

“Merupakan suatu pengalaman berharga bisa ada di kampus ternama itu dan bersama para Kepala Desa yang dinilai berprestasi mengikuti KDMK angkatan ke-2. Kapan lagi kita punya kesempatan untuk belajar bersama seperti ini di kampus ternama dan diajar oleh para ahli di bidangnya. Kemudian bertemu dengan Kades lainnya sambil bertukar pengalaman dan informasi sekaligus membangun jaringan,” tandas Lawalata bangga.

Peserta Terbaik

Dalam program KDMK angkatan ke-2 tahun 2026 ini, Negeri Adm Mahu menjadi peserta terbaik dari 434 Kepala Desa 38 Provinsi di Indonesia dalam program hasil kerja sama Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia (UI) ini.

Hal yang menjadi penilaian karena Negeri Adm Mahu berkomitmen untuk melaksanakan hal-hal diantaranya :

£. Akselerasi Tata Kelola Pemerintahan Modern dimana modernisasi birokrasi mengadopsi sistem administrasi pemerintahan desa yang berbasis data, transparan, dan akuntabel. Kemudian Efisiensi Pelayanan mempercepat transformasi digital demi mempermudah layanan publik bagi masyarakat pulau.
£. Optimalisasi Potensi Ekonomi dan Dana Desa dengan kemandirian finansial, memaksimalkan pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif, seperti ketahanan pangan dan pariwisata bahari.Juga pengembangan BUMDes yang menyerap ilmu bisnis modern dari akademisi UI untuk mendirikan dan mengelola Badan Usaha Milik Desa yang kompetitif.
£. Pembuktian Kapasitas Wilayah Timur Indonesia, dengan mematahkan stigma keterbatasan geografis di wilayah kepulauan Maluku bukan hambatan untuk berprestasi di tingkat nasional. Sebagai inspirasi kawasan yaitu menjadi Role Model atau percontohan bagi negeri-negeri adat lain di Maluku Tengah dalam hal inovasi pembangunan.
£. Perluasan Jejaring Strategis Nasional melalui akses kemitraan dengan membuka jalur kolaborasi langsung dengan pakar akademis, sektor swasta, dan kementerian pusat serta pertukaran inovasi yaitu membangun relasi dengan ratusan kepala desa terbaik dari 38 provinsi untuk saling mengadopsi program kerja yang sukses.

Wanita rendah hati itu berharap ilmu yang diperolehnya dapat bermanfaat kedepan.

“Semoga ini dapat diterapkan di Negeri Adm Mahu bahkan menjadi inspirasi bagi Kepala Desa yang ada di Saparua, maupun Saparua Timur bahkan lebih luas lagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Sebab sudah saatnya setiap desa berinovasi melalui potensi yang dimiliki. Kita belajar dari desa-desa di Jawa, walapun dengan keterbatasan tetapi memiliki kemampuan untuk menggali potensi untuk diberdayakan,” paparnya.(MT-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *