Raker Senat, Rektor Unpatti : Hilangkan Ego, Kolektif & Komprehensif-lah Bangun Unpatti

by -11 Views

“Kita harus berpikir secara kolektif dan komprehensif dalam membangun universitas. Selama ini kita sering terjebak dalam ego sektoral, ego unit, bahkan ego pribadi, padahal kita memiliki potensi besar jika bergerak bersama,” ujar Rektor.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya membangun Universitas Pattimura (Unpatti) secara kolektif dan komprehensif perlu ditunjang program kerja tahunan.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd disela Rapat Kerja (Raker) Pembahasan Program Kerja (Proker) Tahun Anggaran 2026-2027 yang diinidiasi Senat Unpatti Selasa,12/05/2026.

“Kita harus berpikir secara kolektif dan komprehensif dalam membangun universitas. Selama ini kita sering terjebak dalam ego sektoral, ego unit, bahkan ego pribadi, padahal kita memiliki potensi besar jika bergerak bersama,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan itu juga Rektor menjelaskan berbagai tugas strategis senat sebagaimana diatur dalam peraturan senat, di antaranya menetapkan kebijakan akademik, norma dan etika akademik, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga memberikan pertimbangan terkait pembukaan dan penutupan program studi.

“Seluruh tugas tersebut harus dijalankan secara terkoordinasi melalui tujuh komisi senat yang telah dibentuk,” timpalnya.

Rektor juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program studi yang mengalami penurunan jumlah mahasiswa secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita jangan hanya fokus membuka program studi baru, tetapi juga harus berani mengevaluasi program studi yang peminatnya sangat sedikit. Ini perlu kajian serius demi keberlanjutan institusi,” tegas Rektor.

Rektor juga menekankan bahwa kurikulum merupakan inti utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Seluruh standar pendidikan, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga penganggaran, menurutnya harus mendukung pencapaian kurikulum.

“Kalau kurikulum tidak dibenahi, maka standar-standar lainnya juga akan sulit berkembang. Kurikulum adalah fondasi utama dari seluruh proses akademik,” jelas Rektor.

Disisi lain, Rektor mengapresiasi kedisiplinan dosen dalam proses pembelajaran.

“Ini dibuktikan dengan pernyataan mahasiswa soal dosen yang rajin mengajar, saat kita dikunjungi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke lingkungan kampus beberapa waktu lalu. Bagi saya, ini suatu langkah kerja keras yang patut diapresiasi. Mari terus bekerja dengan semangat pengabdian demi kemajuan Unpatti kedepan,” lugasnya.(MT-01)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *