Melalui pengembangan proyek agribisnis skala besar termasuk budidaya 7.000 ekor ikan lele, manajemen peternakan ayam petelur, hingga perakitan furnitur para warga binaan kini ditempa untuk menguasai perhitungan bisnis riil.
Ambon,moluccastimes.id-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menggeser fokus pembinaan kerja dari sekadar aktivitas fisik menjadi pelatihan wirausaha yang komprehensif.
Melalui pengembangan proyek agribisnis skala besar termasuk budidaya 7.000 ekor ikan lele, manajemen peternakan ayam petelur, hingga perakitan furnitur para warga binaan kini ditempa untuk menguasai perhitungan bisnis riil.

Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan Meta Putra, program pembinaan kemandirian ini dirancang menyerupai ekosistem korporasi.
Warga binaan tidak hanya diajarkan cara memberi pakan lele atau memotong kayu untuk sofa, tetapi dilatih secara mendalam mengenai manajemen kualitas, mitigasi risiko penyakit, kalkulasi biaya operasional, hingga strategi penetapan harga jual untuk menyasar pasar lokal Kota Ambon.
Pendekatan manajerial yang matang ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, saat melakukan kunjungan kerja taktis.

“Setiap kegiatan pembinaan harus memiliki dua tujuan yang jelas, yakni proses yang berjalan dengan baik serta hasil yang dapat dirasakan dan terlihat manfaatnya secara ekonomi,” tegas Ricky Dwi Biantoro, Selasa 27/10/2026.
Pihak Rutan Ambon optimistis, dengan membekali warga binaan menggunakan kemampuan manajerial serta sertifikasi keahlian hidroponik dan pertukangan sofa, angka residivisme (pengulangan tindak pidana) dapat ditekan.
Program ini memposisikan warga binaan bukan lagi sebagai beban sosial, melainkan sebagai calon-calon pelaku UMKM baru yang siap bersaing secara mandiri di pasar bebas pasca-bebas nanti.(MT-01)






