“IKAPATTI menyelenggarakan simulasi berbasis CAT ini agar para peserta siap menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Kami juga berharap alumni senior yang sudah mapan di berbagai instansi dapat ikut membuka akses dan mendampingi lulusan muda kita,” ujar Dr. Hanok dalam sambutannya, Rabu 21/10/2026.
Ambon,moluccastimes.id-Transformasi penuh sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang kini menggunakan Computer Assisted Test (CAT) telah menutup rapat celah praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Menyikapi sistem yang super transparan dan bebas “titipan” tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Pattimura (DPP IKAPATTI) mengambil langkah konkret dengan membekali para alumni muda agar mampu bersaing secara murni.
Langkah ini diwujudkan melalui Pelatihan dan Simulasi CAT-CPNS yang digelar selama dua hari (21–22 Oktober 2026) di Auditorium Lantai III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti, Ambon. Aksi nyata ini diikuti secara antusias oleh sekitar 250 peserta alumni muda Kampus Orang Basudara.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPATTI, Dr. Hanok Mandaku, M.T., yang membuka acara mewakili Ketua Umum, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen organisasi untuk mendongkrak daya saing lulusan. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kompetensi nyata adalah satu-satunya tiket untuk lolos.

“IKAPATTI menyelenggarakan simulasi berbasis CAT ini agar para peserta siap menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Kami juga berharap alumni senior yang sudah mapan di berbagai instansi dapat ikut membuka akses dan mendampingi lulusan muda kita,” ujar Dr. Hanok dalam sambutannya, Rabu 21/10/2026.
Ketua Panitia yang juga Ketua II DPP IKAPATTI, Ahmad Ilham Sipahutar, menjelaskan bahwa sistem CAT menuntut keadilan penuh. Karena nilai langsung keluar secara real-time, tidak ada lagi ruang bagi pihak luar untuk memanipulasi hasil ujian. Oleh karena itu, kesiapan taktik dan mental menjadi kunci mutlak.
“Persaingan di luar sana sangat ketat dan sistem CAT menjamin akuntabilitas total. Praktik titip-menitip sudah tidak dimungkinkan lagi. Kunci kelulusan ada di tangan peserta sendiri,” kata Ilham menekankan pentingnya kualitas diri.
Melalui simulasi yang dipandu oleh Jolanda Sitaniapessy, S.Pd., M.Pd. ini, 250 peserta dilatih melompati batas waktu yang ketat sembari membedah tiga materi krusial: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Peserta tidak hanya diajari mengenali navigasi sistem ujian digital, tetapi juga dilatih melakukan manajemen waktu agar tidak kehabisan menit berharga saat hari H nanti.
Acara yang turut dihadiri oleh Dekan FISIP Unpatti, Dr. Wahab Tuanaya, S.Sos., M.Si. ini menjadi salah satu dari rangkaian program pengembangan karier masif yang disiapkan oleh DPP IKAPATTI sepanjang bulan Oktober 2026 demi mencetak generasi birokrat masa depan Maluku yang berintegritas.(MT-01)






