YRG Feat Jurmalis Lokal Perkuat Peran Media Kawal Transparansi Bansos Di Ambon

by -2 Views
dok foto LaskarMaluku.com

“Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun pemahaman mengenai isu inklusivitas. Kita ingin menghadirkan pemberitaan dan advokasi publik yang benar-benar berperspektif inklusi,” ujar Pattikawa.

Ambon,moluccastimes.id-Mengawal kebijakan perlindungan sosial dan penyaluran bantuan sosial (bansos), peran media sangat penting terutama sebagai ruang advokasi yang aktif menyuarakan hak-hak kelompok rentan serta mengkritisi ketepatan sasaran data pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur Yayasan Rumah Generasi (YRG), Okto Pattikawa, disela diskusi Forum Media Inklusi yang digelar di kantor Yayasan Rumah Generasi, Jumat 18/09/2026.

Menurut Pattikawa, pers memiliki posisi krusial dalam ekosistem perlindungan sosial selain memiliki instrumen kuat untuk memeriksa akurasi informasi di lapangan, mengungkap kesenjangan pelayanan, serta mendorong pemerintah melakukan perbaikan data yang lebih transparan dan akuntabel.

“Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun pemahaman mengenai isu inklusivitas. Kita ingin menghadirkan pemberitaan dan advokasi publik yang benar-benar berperspektif inklusi,” ujar Pattikawa.

Dalam sesi sharing yang berlangsung selama dua jam tersebut, sejumlah jurnalis lokal memaparkan temuan kritis mereka di lapangan. Salah satu poin utama yang disoroti adalah maraknya penyaluran bantuan sosial di Kota Ambon yang terindikasi tidak berbasis data yang valid, sehingga kerap kali salah sasaran dan tidak menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hal ini juga mendapat tanggapan dari Manager Program Yayasan Rumah Generasi, Popy Siahaya, bahwa penguatan peran media ini berjalan beriringan dengan perluasan program inklusi di tingkat akar rumput.

“Saat ini, Rumah Generasi telah menambah 10 desa dampingan baru, sehingga total target implementasi kini mencapai 25 desa/negeri di Kota Ambon,” ucap Siahaya.

Dirinya kemudian merincikan sepuluh wilayah baru yang masuk dalam program tahun ini tersebar di beberapa kecamatan, antara lain :
Kecamatan Leitimur Selatan : Negeri Ema, Negeri Naku, dan Negeri Hutumuri
Kecamatan Sirimau yaitu : Negeri Soya dan Desa Hative Kecil
Kecamatan Nusaniwe : Negeri Urimeseng
Kecamatan Baguala : Negeri Lama
Kecamatan Teluk Ambon : Desa Waiyame, Negeri Tawiri, dan Negeri Rumah Tiga.

Ditambahkan penetapan wilayah baru ini dilakukan melalui proses assessment komprehensif bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon.

“Keputusan untuk menambah desa-desa baru ini lahir dari hasil evaluasi kebutuhan dan potensi dampak inklusi yang lebih luas. Target ini bukan sekadar penambahan angka, melainkan upaya nyata memperluas manfaat bagi komunitas desa melalui pembentukan Pokja (Kelompok Kerja) yang lebih kuat,” jelas wanita berambut panjang itu.

Sambungnya, komitmen Rumah Generasi tidak berhenti pada pembentukan Pokja saja.

“Setelah Pokja terbentuk, akan dilanjutkan dengan penguatan terhadap pokja-pokja tersebut mencakup peningkatan kapasitas anggota Pokja dalam hal perencanaan kegiatan, pelaksanaan program inklusi, serta evaluasi dampak terhadap komunitas desa yang menjadi sasaran. Nah,
melalui penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi di 25 desa tersebut serta kolaborasi aktif bersama media, diharapkan kebijakan inklusi di Ambon tidak lagi menjadi sekadar teori, melainkan realitas yang membawa peningkatan kesejahteraan nyata bagi seluruh komunitas, khususnya kelompok rentan,” harapnya. (MT-01).

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *