Awali Penyusunan RKP 2027, Pemneg Mahu Gelar Rembuk Stunting, Lawalata Bangga Mahu 0 Stunting

by -8 Views

Mahu,moluccastimes.id-Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Negeri tahun 2027, Pemerintah Negeri Admnistrtif Mahu Kecamatan Saparua Timur melaksanakan Rembuk Stunting.

“Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah partisipatif aktif di tingkat desa dalam rangka menyusun, merumuskan dan menyepakati rencana aksi bersama guna mencegah dan menanggulangi stunting. Ini adalah salah satu kegiatan musyawarah di tingkat desa sebelum memulai tahapan perencanaan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Negeri (RKP) tahun 2027,” jelas Kepala Pemerintah Negeri Adm Mahu, Christina M. Lawalata, SE saat membuka kegiatan dimaksud, Kamis 25/06/2026.

Dalam kegiatan Rembuk Stunting, materi disampaikan oleh Petugas Gizi Puskesmas Hatawano.

“Materi yang diberikan seputar Stunting terutama data penderita Stunting di Negeri Mahu. Kemudian juga dari Pendamping Kecamatan yang memaparkan perencanaan program pemeritah,” jelas wanita berkacamata ini.

Lawalata menyatakan syukur karena Negeri Mahu tidak memiliki angka Stunting.

“Dari data yang diumumkan, Negeri Mahu memiliki angka nihil Stunting atau 0 Stunting. Hal ini tentunya merupakan hasil kolaborasi bersama masyarakat, yang mengerti serta peduli terhadap kesehatan dan kelangsungan kehidupan anak-anak mulai dari dalam kandungan,” ucapnya bangga.

Selain itu, diskusi terarah yang dipimpin BPN guna menggali ide, usul, saran dari para peserta Rembuk Stunting guna ditetapkan sebagai daftar usulan yang nantinya akan dituangkan dalam program pelayanan kesehatan tahun 2027.

Kegiatan dihadiri oleh Pendamping Kecamatan Saparua Timur, Babinsa Negeri Mahu, Petugas Gizi Puskesmas Hatawano, BPN Negeri Mahu, Staf Pemerintah Negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga pendidikan TK Paud dan SD, para kader Posyandu, TP PKK serta perwakilan keluarga yang memiliki bayi dan balita.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *