“Usia 100 tahun bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang refleksi atas penyertaan Tuhan sekaligus momentum menjaga warisan leluhur. Nilai-nilai adat istiadat ini dinilai sangat selaras dengan semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-451 pada 7 September mendatang,” ungkap Wali Kota.
Ambon,moluccastimes.id-Perayaan Satu Abad Jemaat Gereja Protestan Maluku Galala-Hative Kecil (GPM Gatik) yang berpusat di Gedung Gereja Emanuel, Rabu 02/09/2026.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan dan melestarikan semangat persaudaraan Pela dan Gandong, khususnya melalui tradisi Panas Pela di Galala dan Hative Kecil.

“Usia 100 tahun bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang refleksi atas penyertaan Tuhan sekaligus momentum menjaga warisan leluhur. Nilai-nilai adat istiadat ini dinilai sangat selaras dengan semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-451 pada 7 September mendatang,” ungkap Wali Kota.
Ditambahkan, nilai-nilai itu harus menjadi sesuatu yang nyata, yang dapat dilihat, disaksikan, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi kita hari ini dan masa depan.
Ayah tiga anak itu juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen penuh untuk terus mendukung pelestarian nilai budaya dan adat di seluruh negeri dan desa di Ambon.
Acara bersejarah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, L.LM; Ketua Umum PGI Pendeta J. Manuputty, Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. S.I Sapulette, M.Si serta ribuan warga jemaat.
Perayaan yang mengusung tema ”Mengukuhkan Warisan Iman, Kesatuan Pelayanan Lintas Generasi Untuk Kemuliaan Tuhan” ini berlangsung selama beberapa hari.
Rangkaian acara dimulai dari penyambutan tamu pada 30 Agustus, ibadah syukur pada 2 September, tradisi makan bersama atau Makan Patita pada 3 September, dan akan ditutup secara resmi pada 4 September 2026.(MT-01)






