Gelar Kuliah Umum, Faperta Unpatti Implementasi PKS Bersama BPOM Ambon

by -15 Views

“Terkhusus BPOM Ambon dan Unpatti merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Maluku,” ujarnya.

Ambon,moluccastimes.id-Mengawali perkuliahan semester genap tahun ajaran berjalan, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Kuliah Umum Dengan Tema: “Sagu sebagai Basis Ketahanan Pangan dan Perekonomian Desa di Maluku” Rabu, 25/02/2026.

2 nara sumber yang dihadirkan yaitu Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Tamran Ismail, S.Si., S.Farm., M.P, dan dosen Agribisnis, Dr. Raja M. Sari, S.P., M.Si yang dipandu moderator Dr. J. F. Sopamena, S.P., M.Si serta diikuti 179 mahasiswa dan 32 dosen, dengan sangat antusias.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama periode 2020–2025 dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra pemerintah,” ucap Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si, saat membuka kegiatan Kuliah Umum.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Unpatti menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan potensi lokal berbasis ilmu pengetahuan, regulasi yang tepat, serta sinergi multipihak demi mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa di Maluku.

Dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Terkhusus BPOM Ambon dan Unpatti merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Maluku,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, Tamran Ismail menekankan pentingnya regulasi dan standar keamanan pangan dalam pengembangan sagu sebagai potensi lokal unggulan.

Menurutnya, pemahaman terhadap aspek legalitas dan mutu produk menjadi kunci agar sagu mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur di bidang pangan, khususnya sagu. Mereka juga dapat mendampingi pelaku UMKM di desa agar memproduksi sagu sesuai standar keamanan dan mutu yang berlaku,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kesiapan BPOM untuk berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian dan mahasiswa yang ingin terjun dalam pengembangan industri sagu. Sebagai provinsi penghasil sagu, Maluku dinilai memiliki potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai informasi, Kuliah umum ini juga sebagai implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Pertanian dan BPOM Ambon.

Disisi lain, Dr. Raja M. Sari, menyoroti pentingnya hilirisasi terpadu dalam pengembangan sagu. Menurutnya, pengolahan sagu secara menyeluruh dan terintegrasi-mulai dari hulu hingga hilir-akan berdampak langsung pada peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi desa.

“Melalui hilirisasi terpadu, sagu tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi menjadi sumber nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pengelola sagu di desa-desa Maluku,” ungkapnya.

Kuliah umum ini berlangsung dinamis dan interaktif dalam pertanyaan serta masukan, menandakan tingginya kepedulian terhadap pengembangan komoditas lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) oleh masing-masing program studi di lingkungan Fakultas Pertanian, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. J. M. Tatipikalawan, S.Pt., M.P serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Kerjasama Dan Alumni, Dr. J. D. Siwalette, S.P., M.Si,.(MT-01)

dalambrita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *