“Di tengah arus globalisasi dan dinamika kehidupan kampus, mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu diperlukan penguatan karakter, mental, dan spiritual agar mampu mengambil keputusan yang tepat serta terhindar dari berbagai perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Kubangun.
Ambon,moluccastimes.id-Ketahanan mental, spiritual, dan karakter mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik maupun sosial di era globalisasi perlu diberi penguatan.
“Penguatan itu lewat pembianaan karakter, mental serta spiritual,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., disela kegiatan pembinaan bagi mahasiswa Unniversitas Pattimura (Unpatti) dengan tema “Digital Overload: Dampak Media Sosial terhadap Emosi Mahasiswa”, di Aula Rektorat Unpati, Kamis, 25/06/2026.

Wanita smart itu menjelaskan.kegiatan pengembangan karakter dan spiritualitas mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan studi sekaligus membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas.
“Di tengah arus globalisasi dan dinamika kehidupan kampus, mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu diperlukan penguatan karakter, mental, dan spiritual agar mampu mengambil keputusan yang tepat serta terhindar dari berbagai perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Kubangun.
Wanita berhijab ini mengakui, sebagian besar mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh sebab itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program-program pembinaan yang mampu mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.

“Karena itu, secara konsisten Unpatti menghadirkan berbagai kegiatan pembinaan sebagai bentuk perhatian terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi mahasiswa, termasuk berbagai kasus sosial yang dapat berdampak pada kehidupan akademik dan pengembangan diri mahasiswa. Selainitu, sebagai bagian dari upaya universitas untuk memberikan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai moral, dan penguatan spiritual mahasiswa,” Kubangun memaparkan.
Melalui kegiatan tersebut, Unpatti terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Dirinya mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri yang disediakan universitas, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.
“Keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan membangun karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial,” tandasnya.
Sementara itu yang menjadi nara sumber kegiatan Pembinaan Karakter yang diikuti oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Pattimura adalah Psikolog, Grace Latuheru, S.Psi., M.Psi.(MT-01).








