Perkuat Kolaborasi Nasional Unpatti Dorong Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi

by -5 Views

“Semangat kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di daerah. Oleh karena itu, pembentukan konsorsium dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan kekuatan akademik lintas institusi dalam satu kerangka kerja bersama,” jelas Rektor.

Ambon,moluccastimes.id-Kolaborasi antar perguruan tinggi melalui pembentukan konsorsium merupakan upaya strategis dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan nasional.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd diruang Kerja Rektor Unpatti, Kamis 30/04/2026.

“Semangat kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di daerah. Oleh karena itu, pembentukan konsorsium dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan kekuatan akademik lintas institusi dalam satu kerangka kerja bersama,” jelas Rektor.

Diungkapkan, pembentukan konsorsium ini terinspirasi dari keberhasilan membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Karena itu, dalam forum ini, perlu dirumuskan konsep kolaborasi yang lebih terarah, termasuk penguatan peran dosen, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil dan potensi daerah,” ulasnya.

Rektor berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah konkret dalam membangun konsorsium perguruan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat komitmen kolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia serta peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.

Disisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat solusi berbasis riset dan data.

“Tantangan pembangunan, seperti kemiskinan, stunting, dan keterbatasan layanan dasar, membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” lugasnya.

Lanjutnya, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah berhasil mendorong program penanganan stunting secara lebih terarah di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan melibatkan mahasiswa dan dosen lintas disiplin ilmu yang melakukan pendampingan langsung di daerah dengan angka stunting tinggi.

“Ditambah juga dengan penguatan riset berbasis kebutuhan daerah dimana penelitian mahasiswa, termasuk skripsi, tesis, dan disertasi, sebaiknya diarahkan untuk menjawab persoalan riil di masyarakat. Hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah,” sarannya.

Ke depan, sambungnya, program pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat akan semakin diarahkan berbasis kolaborasi. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta ekosistem kolaborasi yang mampu mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.

“Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi,” tutupnya.

Kegiatan kunjungan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi terkait Arah Kebijakan, Strategi, dan Peran Perguruan Tinggi Maluku dalam Pengembangan Kampus Berdampak.(MT-01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *