Sindir Penggiringan Opini, Wali Kota : Kelola Ambon Seperti Orkestra

by -9 Views

“Agar menghasilkan harmoni yang indah, pemerintah bertindak sebagai penjaga ritme, sementara seluruh elemen masyarakat harus menekan ego masing-masing,” demikian ditegaskan Wali Kota saat membuka Dialog Kebangsaan bertema “Bacarita Kota Ambon Voor Ambon Pung Bae”

Ambon,moluccastimes.id-Wali Kota Ambon, Drs.Bodewin M. Wattimena, M.Si mengibaratkan tata kelola pemerintahan seperti sebuah pertunjukan orkestra.

“Agar menghasilkan harmoni yang indah, pemerintah bertindak sebagai penjaga ritme, sementara seluruh elemen masyarakat harus menekan ego masing-masing,” demikian ditegaskan Wali Kota saat membuka Dialog Kebangsaan bertema “Bacarita Kota Ambon Voor Ambon Pung Bae”  Selasa 11/08/2026.

Forum yang diinisiasi oleh Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease ini digelar sebagai wadah refleksi menjelang usia Kota Ambon yang memasuki 451 tahun.

“Ambon ini kota kecil dengan keberagaman yang luar biasa. Jika ada pihak yang hanya ingin menonjolkan ego tanpa menjalankan fungsinya dengan baik, harmoni itu tidak akan pernah tercipta,” ujar Bodewin di hadapan jajaran Forkopimda, akademisi, mahasiswa, serta para Raja dan Kepala Desa.

Dalam sambutannya, Bodewin secara khusus menyoroti dinamika penyampaian pendapat di era digital. Ia meminta generasi muda dan kelompok mahasiswa untuk tetap mengedepankan etika dan data ketika mengkritik jalannya pemerintahan maupun penegakan hukum.Ia mengingatkan agar keterbukaan informasi tidak disalahgunakan untuk menggiring opini publik yang berujung pada penghakiman sepihak sebelum ada kejelasan hukum.Kritik Berbasis Fakta:

“Ungkapkan dengan data dan fakta. Jangan dimainkan di publik lalu menjustifikasi orang yang belum tentu bersalah,” tegas Wali Kota.

Ia menambahkan, tuduhan tanpa dasar di ruang publik hanya akan menghabiskan energi aparat dan pemerintah untuk melakukan klarifikasi, sehingga waktu untuk bekerja pelayanan publik menjadi tersita. Bodewin juga berpesan agar warga merefleksikan perjuangan pahlawan Maluku.

“Kalau tidak bisa jadi pelaku sejarah yang baik untuk kota ini, jangan jadi beban sejarah dengan bikin rusak atau provokasi.”Deklarasi Damai dan Evaluasi Akar RumputAcara yang dibuka resmi dengan pemukulan tifa ini dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Perdamaian yang dipimpin oleh Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella.

Selain masalah makro, Wali Kota juga memberikan instruksi langsung kepada para Raja dan Kepala Desa (Kades) agar kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka di akar rumput. Dua poin utama yang ditekankan adalah pengelolaan kebersihan lingkungan serta menjaga kerukunan antarwarga

Guna menyamakan persepsi dalam membangun Ambon Manise, dialog ini juga menghadirkan lima narasumber lintas sektor yang memaparkan materi strategis: Kamtibmas: Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Andreas S. Nugroho, membedah situasi keamanan kota.Pembangunan: Sekkot Ambon, R. Sapulette, menjabarkan visi-misi dan progres pembangunan Pemkot.Legislasi: Ketua DPRD Kota Ambon memaparkan capaian kerja yang telah dilakukan legislatif.Hukum & Korupsi: Kepala Kejaksaan Negeri Ambon memaparkan progres penanganan kasus korupsi.Agraria: Kepala Pertanahan Kota Ambon mengurai benang kusut masalah pertanahan di wilayah Ambon.Melalui forum ini, seluruh stakeholder sepakat untuk mengutamakan persatuan dan menjadikan keberagaman Ambon sebagai modal kuat pembangunan, bukan sebagai faktor penghambat.(MT-01)

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *